Kejaksaan Menilai Penggunaan Angggaran Covid 19 Di Papua Barat Belum Transparan

Oleh James Aisoki

12 June 2020 00:11 3689 VIew

''Wakil Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Leonard Eben Eser Simanjuntak''

Kanokwari- Kejaksaan Tinggi Papua Barat menilai Penggunaan Anggaran Covid 19 belum transparan realokasi pengadaan Barang dan Jasa dalam penanganan Covid 19 oleh Gugus Tugas.

Dalam rangka refokusing dan realokasi anggaran pengadaan Barang dan Jasa dalam penanganan Covid 19, diharapkan kedepan direalokasi dari apa direalikasi dan refokusing anggaran ini, untuk kebutuhan apa saja, kat Wakil Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Leonard Eben Eser Simanjuntak, Rabu (10/6/2020).

Wakajati menerangkan Katerlibatan Kejaksaan untuk melihat efektivitas penyerapan anggaran, Anggaran itu terealokasi sesuai prosedur atau tidak, pasalnya prosedur pengadaan barang dan jasa telah diberikan kemudahan dari Pemerintah," ungkapnya.

Wakajati mencontohkan, dalam pengadaan alat namun realisasinya terhambat, maka Kejaksaan ikut mendorong untuk mempercepat realisasinya, Kejaksaan hanya melihat prosedur penggunaan anggaran agar tidak salah, sementara yang menguji nilai harga barang dan jasa adalah BPKP, karena itu minta ada keterbukaan.

tidak ingin setalah berkerja 24 Jam, namun masuk ranah Korupsi, oleh Karena itu meminta keterbukaan dari Gugus Tugas provinsi maupun daerah-daerah agar didampingi, terangnya.

Ditambahkan, pihaknya belum tahu berapa besar realokasi anggaran Covid 19 sudah diserap untuk pengadaan Barang dan Jasa, hal inilah ditekankan untuk kordinasi dan membangun kerja komprehensif.

Selain itu Wakajati, mengingatkan Gugus Tugas Covid 19 untuk melaksanakan kerja secara komprehensif, bahkan Presiden sendiri, mengingatkan agar hati-hati dalam menentukan New Normal.

Hal ini tidak ingin setalah New Normal diterapkan, terjadi ledakan kasus kembali, karena itu kita dorong agar layanan Gugus Tugas efektif di masyarakat, serta mendorong agar pola penanganan tepat sasaran, jangan anggaran habis sementara targetnya tidak tercapai, terangnya.

Taknya hanya refocusing alat kesehatan, Gugus Tugas diminta, merumuskan strategi memasuki New Normal, termasuk strategi kesiapan Ketahanan Pangan, kalau terjadi ledakan kasus dan penupatan akses, serta langkah apa mestinya diambil, paparnya.


Berita Terkait