Daya Serap Anggaran Pertama Penyaluran Bapok di Papua Barat Baru terealisasi 523 Juta

Oleh James Aisoki

15 June 2020 18:10 6018 VIew

''Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, George Yarangga. | Jumat (12/6/2020)| Foto : arfaknews.com | James Aisoki''

Manokwari, arfaknews.com - Penyerapan anggaran penanganan Pandemi Covid-19, khusus penanganan dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 baru sebesar Rp. 523.740.000 dari total anggaran penangan dampak ekonomi yang dialokasikan sebesar Rp11,831,141,500.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, George Yarangga mengatakan, selain refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Pandemi Covid 19, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga mengalokasikan anggaran Covid 19 untuk dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Penyerapan anggaran penanganan Covid-19 khusus dampak ekonomi ini dilakukan sebanyak empat tahap penyaluran, penyaluran anggaran tersebut dilakukan secara nontunai berupa bapok berupa beras 10 Kg, gula 1 Kg, tepung 1 Kg dan Minyak Goreng 1 liter.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat mengklaim telah melakukan penyerapan anggaran tahap pertama sebesar Rp 523.740.000, yang dialokasikan untuk Kabupaten Manokwari sebesar Rp 368.725.000, sementara untuk Manokwari Selatan, sebesar Rp.155.015.000

Selain alokasi anggaran penanganan ekonomi dampak Covid-19 sebesar Rp 11,831,141,500, pemerintah juga mengalokasikan anggaran distribusi bantuan nontunai tersebut sebesar Rp 1,393,357,082 dan anggaran pemaketan sebesar Rp 14,054,128,582.

"Dana yang dialokasikan untuk penanganan Jaringan Pengaman Ekonomi dibagi kedalam 4 tahap. Tahap pertama pengadaan Barang dan Kebutuhan Pokok (Bapok) sebesar Rp11,831,141,500, sementara untuk biaya distribusi sebesar Rp 1,393,357,082 , " kata George Yarangga, Jumat (12/6/2020).

Penyelauran bantuan nontunai berupa Bapok tahap pertama ini di targetkan selesai pada akhir Juli 2020. Yarangga pun merinci sejumlah kabupaten yang telah menerima bantuan Bapok dampak ekonomi Covid-19, yakni Kabupaten Kaimana sebanyak 3.991 paket, Kabupaten Manokwari Selatan sebanyak 2553 paket dan Kabupaten Teluk Wondama total 3001 paket.

"Disalurkan Langsung kepada lembaga Keagamaan yang akan melanjutkan kepada masyarakat. Bapak Gubernur harapan, disalurkan kepada Janda, duda, dan yatim piatu yang diprioritaskan," ucap Yarangga.

Yarangga mengungkapkan dalam rangka penanganan bencana Pandemi Covid-19, khususnya dampak ekonomi, Pemerintah Provinsi Papua Barat hanya menanggung 25 persen bantuan bapok kepada 20 ribu lebih Kepala keluarga dari total 82.963 Kepala Keluarga penerima bantuan dampak ekonomi yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19.

"Pemprov Tanggung 25 persen dari 82,963 Kepala Keluarga di Papua Barat. Sementara 75 persen lainnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten/kota," imbuh Yarangga.

Dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi Papua Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 197.8 Miliar dari APBD Papua Barat tahun 2020. Anggaran tersebut diantaranya dialokasikan untuk mendukung penguatan jaring pengaman ekonomi sebesar Rp 48.6 Miliar.


Berita Terkait