Dampak Covid-19, Bank Mandiri Cabang Manokwari Restrukturisasi 30% Kredit Nasabah UMKM

Oleh Rizaldy

17 June 2020 18:10 1114 VIew

''Kepala Bank Mandiri Cabang Manokwari Nelson Manginte, Selasa, (16/6/2020). | foto : arfaknews.com | Rizaldy''

Manokwari, arfaknews.com - PT Bank Mandiri (Persero) Cabang Manokwari mengklaim sejak Maret 2020 hingga awal Juni 2020 telah melakukan restrukturisasi kredit bagi 30 persen pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM dan debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terdampak Covid-19.

Kepala Bank Mandiri Cabang Manokwari Nelson Manginte mengatakan, Kebijakan Restrukturisasi kredit baik Mikro maupun Makro dilakukan Bank Mandiri sebagai wujud dukungan kepada Pemerintah dalam rangka penguatan jaring ekonomi Masyarakat dalam menghadapi krisis kesehatan akibat wabah Covid-19.

"Kebijakan Restrukturisasi kredit ini dilakukan untuk mendukung ketahanan ekonomi keluarga debitur. Ada dua manfaat restrukturisiasi ini, pertama untuk membantu ketahanan keluarga, kedua untuk mendukung keberlangsungan usaha debitur," kata Nelson.

Nelson menyebutkan, dari 70 persen tawaran restrukturisasi kredit mikro debitur Bank Mandiri Cabang Manokwari, sejak Maret hingga awal Juni 2020, telah melakukan restrukturisasi kredit mikro sebesar 30 persen.

Kendati demikian, Nelson mengakui tidak semua pelaku usaha mikro maupun makro mengajukan restrukturisasi kredit, menurutnya hal itu menunjukan masih ada pelaku usaha mikro maupun makro yang masih bisa bertahan menghadapi krisis ekonomi selama Pandemik Covid-19.

Selain kebijakan restrukturisasi kredit bagi pelaku usaha Mikro dan Makro, Bank Mandiri juga melakukan restrukturisasi kepada debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit konsumtif.

Kebijakan restrukturisasi kredit terang Nelson, dilakukan perbankan berdasarkan peraturan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui relaksasi aturan restrukturisasi bagi nasabah terdampak pandemi Covid-19.

Restrukturisasi kredit bagi nasabah pelaku UMKM maupun KPR dan Konsumtif yang terdampak Covid-19 ditawarkan dalam beberapa skema. Ada penundaan pembayaran bunga, perpanjangan tenor, penurunan bunga, penundaan pembayaran cicilan, dan lain-lain.

"Skema-skema itu pada dasarnya memberikan keringanan kepada nasabah selama 12 bulan ke depan sesuai aturan OJK," jelas Nelson.


Berita Terkait