Mahasiswa Arfak Raya di Surabaya Tolak Pembangunan Multi Nasional di Mansel

Oleh Redaksi

29 June 2020 11:07 398 VIew

''Mahasiswa Arfak Raya Surabaya gelar Aksi Spontan Di Asrama Mahasiswa Mansel Surabaya''

Manokwari, arfaknews - Mahasiswa Arfak Raya di Kota Studi Surabaya, menolak beberapa program pembangunan multi Nasional di Kabupaten Manokwari Selatan Papua Barat.

Dalam realis diterima media ini, Minggu (28/6/2020), mereka meminta Pemerintah memperbaiki Sistem pendidikan dan kesehatan sebelum memasukan beragam Program Pembangunan berskala nasional, yang akan berdampak pada termarjinalkan masyarakat adat dari tanah adatnya.

Kordinator Aksi, Ricky Inyomusi menegaskan tanah dan masyarakat adat merupakan satu kesatuan hak masyarakat adat yang tak terpisahkan, termaktub dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tentang Hak Sipil dan Politik, sebagaimana diratifikasi dalam kerangka Konstitusi Negara Republik Indonesia.

Kami menilai, secara perlahan - lahan masyarakat adat mulai kehilangan hak kesulungan, tersingkirkan dan terasingkan dari atas tanah dan sumberdaya alamnya, melalui masuknya pembangunan berskala nasional dan konsesi ijin perusahaan - perusahan multi nasional yang beroperasi atas nama pembangunan dan kemakmuran rakyat.

Secara tegas, kami menolak Pembangunan Sekolah Kepolisian Negara (SPN) di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokawari Selatan dan Pembangunan Rindam Kasuari dari tanah adat suku Arfak," ucapnya.

Tak hanya itu, Mahasiswa Arfak Surabaya ini juga menolak beberapa perusahan Multi Nasional yang beroperasi di atas lahan masyarakat adat suku Arfak di Manokwari Selatan Papua Barat.

Kami menolak perusahan kelapa sawit, PT Mitra Silva Lestari di Distrik Taota dan Distrik Isim Manokwari Selatan. Disisi yang lain, kami juga menolak program transmigrasi oleh pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan kedalam wilayah Adat suku Arfak, bebernya.

Selain itu, kami minta aparat kepolisian Polda Papua Barat mengungkap sindikat penambangan Ilegal mining di Papua Barat termasuk di Kabupaten Pegunungan Arfak Papua Barat.

 Dan kami mendesak Pemerintah Daerah untuk memperbaiki pendidikan dan kesehatan masyarakat Adat di Kabupaten Manokwari Selatan, termasuk peningkatan sarana prasarana kesehatan dan Peningkatan SDM anak-anak Asli Papua di Provinsi Papua Barat, tandasnya.


Berita Terkait