Yohanis Akwan Pertanyakan Tindaklanjut Laporan Polisi kepada Salah Satu Akun Sosmed

Oleh Redaksi

03 July 2020 18:08 1409 VIew

''Laporan Polisi ''

Manokwari, arfaknews - Tokoh Pemuda Teluk Bintuni, Yohanis Akwan pertanyakan tindak lanjut laporan polisi, bernomor /59/VI/2020/Papua Barat/ Res/ Teluk Bintuni tertanggal 16 Juni 2020.

“Bertepatan dengan hari Bhayangkara 1 Juli ini, saya minta pihak kepolisian tindak lanjut laporan yang kami masukkan pada tanggal 16 Juni 2020 lalu, pasalnya hingga kini akun group Kadate masih terus mengunggah postingan - postingan bernuansa fitnah," ucap Yohanis dalam realis diterima media ini, Kamis (2/6/2020).

Yohanis mengaku, jika postingan - postingan bernuansa Fitnah dan SARA dibiarkan, bakal berdampak negatif bagi masyarakat. "Ini bahaya bagi demokrasi, ujarnya.

Sebelumya, Yohanis Akwan bersama Tokoh Muslim di Kabupaten Teluk Bintuni, Ikhsan membuat Laporan Polisi kepada pemilik akun sosial media Kadate, atas postingan - postingan yang dinilai bernuansa SARA dan Fitnah.

Awal Juni lalu, admin dari group Kadate mengunggah sebuah postingan dengan membawa simbol agama. Hal ini sangat sensitif hingga menimbulkan perasaan luka bagi para pemeluknya. Atas postingan itu, saya bersama tokoh muslim melaporkan admin group Kadate ke kepolisian atas dugaan ujaran kebencian, jelasnya.

Yohanis memaparkan, ruang maya merupakan medium efektif sebarluaskan narasi serta opini liar tanpa adanya batasan etika, tidak bertemunya kode etik jurnalisme pada narasi serta tulisan yang diposting oleh pengguna media sosial.

Kadang medium ini dipergunakan secara efektif oleh penggunanya pada masa kampanye menjelang Pilkada, Pileg maupun Pilpres. Platform-platform media sosial menjadi ajang untuk mempropagandakan logika-logika keliru, menjatuhkan lawan politik. Logical fallacy menjadi sebuah permainan menarik untuk menjaring massa.

Kesempatan itu dimanfaatkan pihak-pihak partisan untuk menyampaikan kampanye hitamnya. Semua atas nama “demokrasi” namun harus diperhatikan bahwa Indonesia adalah negara majemuk berlandaskan hukum positif, tegasnya.

Kami menilai, Group facebook Kadate bersama puluhan  ribu followersnya memanfaatkan jejaring sebagai partisan dalam meloloskan postingan yang bisa menjadi ajang pecah belah bagi masyarakat. Isu suku, ras dan agama (SARA) dimainkan berdasarkan suatu sentimen tertentu tanpa memikirkan dampak selanjutnya.

Kami minta, agar ada tindakan tegas dari aparat untuk melakukan pengawasan dengan menindak tegas akun yang sengaja menyebarluaskan ujaran Kebencian, Fitnah dan memainkan Isu SARA, harapnya.


Berita Terkait