Harga Bawang Sempat Menembus 120 Ribu Per Kilo Di Manokwari

Oleh Redaksi

05 July 2020 17:10 6009 VIew

''Distributor Tokoh Beringin Wosi''

Manokwari, arfaknews - Harga Bawang sempat mencuat hingga harga 120 ribu per kilo di Papua Barat pasca mewabahnya pandemi Covid 19 di Indonesia sejak Maret 2020.

"Iya benar, harga Bawang sempat mencapai 120 ribu per kilo pada dua bulan terakhir kemarin. Tapi melalui subsidi oleh Kemenag melalui Pemprov Papua Barat, harga sudah stabil," ucap Distributor Tokoh Beringin Wosi, Syukur Djahursaba, saat diwawancarai media ini, Minggu (5/7/2020).

Djahursaba menerangkan, melalui dukungan Pemerintah, harga Bawang Merah dan Bawang Putih telah stabil di Pasaran, berkisar antara 50 ribu per kilo walaupun sempat mencapai 120 ribu.

"Harga sudah normal, 50 ribu per kilo. Bawang Merah 11 Ton, Bawang Putih 12 Ton yang masuk kemarin, kami telah distribusikan ke para Pengecer. Sedangkan, Ayam Beku 60 Ton, Telur 882 Ikat," ungkapnya.

Disisi lain, melonjaknya harga Sembako di pasaran dipengaruhi oleh pembatasan transportasi, akomodasi antara Daerah pasca mewabahnya Pandemi Covid 19 telah berdampak pada kesulitan mengimpor barang ke daerah.

Selanjutnya, Djahursaba minta para pengecer dan pedagang tidak menaikan harga Bawang melebihi harga normal yang ditetapkan oleh pemerintah. "Sebagai Distributor yang sudah ditunjuk bersama dalam TPID, kita mengacu pada satu harga yang sudah ditetapkan," katanya.

"Saya berharap harga dari hulu sampai hilir harus stabil. Saya harap, ditingkat hilir harga harus stabil. Sebagai pengusuaha walaupun kita berkompetisi tapi wajib kita menghormati hak masyarakat," tutur Djhahursaba.

Selain itu, Djahursaba berharap pemerintah bisa membuka akses transportasi, akomodasi agar tidak terjadi kelangkaan Bapok di pasaran.

Estimasi kami kedepan, ada 6 Ton lagi yang masuk dari Surabaya. Selama ini kami impor Bawang dari Surabaya Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sementara, Impor bawang Merah, sebagian dari Makasar, jelasnya.


Berita Terkait