Dua Pengacara Dampingi MRP Gugat Keputusan Pansel DPRPB Jalur Otsus

Oleh Redaksi

10 July 2020 11:08 1393 VIew

''Ketua MRP Papua Barat, Maksi Nelson Ahoren''

Manokwari, arfaknews - Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat menyesalkan hasil keputusan Panitia seleksi dalam menetapkan nama - nama anggota DPR Provinsi Papua Barat Jalur pengangkatan periode 2019 - 2024.

"Sudah jelas kami akan gugat keputusan Pansel," ucap Ketua MRP Papua Barat, Maksi Nelson Ahoren, Kamis (9/7/2020).

Dikatakan Maksi, pada saat penyerahan SK penetapan Pansel, pihaknya tidak menandatangani berita acara penyerahan, pasalnya banyak gugatan dan aspirasi yang dilayangkan dari masyarakat adat dibeberapa daerah kepada MRP untuk mengevaluasi hasil keputusan Pansel.

"Pansel tidak bijak dan Proporsional dalam menetapkan nama - nama dari wilayah Daerah Pengangkatan, sebab dalam satu Dapeng terdiri dari beberapa daerah. Masa tidak ada anggota dari Mansel, inikan sudah tidak benar," tuturnya.

Maksi mencontohkan, dapil Manokwari Raya tediri dari daerah Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan dan Kabupaten Manokwari, harusnya secara proporsional ketiga daerah ini mendapat jatah kursi, sesuai aspirasi masyarakat adat berdasarkan pasal 6 BAB IV Perdasus Nomor 4 tahun 2019.

Disisi lain, Maksi juga mengharapkan Pansel secara cermat dan bijaksana untuk menimbang keputusan dalam menetapkan kursi dari wilayah itu.

"Kabupaten Raja Ampat itu punya potensi sumber daya alam yang harus diperhatikan, masa tidak ada calon anggota dari Raja Ampat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat adat di Raja Ampat. Inikah sudah tidak bijak dan proporsional," bebernya.

Daerah Raja Ampat, Mansel dan Bintuni, Fakfak sudah layangkan aspirasi gugatan ke MRP dan MRP telah siapkan dua pengacara untuk gugat masalah ini.

"Kita akan lihat, apakah MRP yang akan layangkan gugatan atau mendukung masyarakat untuk menggugat. Nanti kita akan komunikasikan dengan Pengacara," jelasnya.


Berita Terkait