Lepas 46 Ekor Tukik Ke Laut, Pemkab Manokwari Diminta Garap Potensi Ekowisata Di Kampung Bremi

Oleh Redaksi

12 July 2020 00:08 546 VIew

''Roberth Rumbekwan bersama anak-anak Usia Dini Melepaskan Tukik ke Laut''

Manokwari, arfaknews - Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari diminta garap potensi ekowisata, tukik Penyu di Kampung Bremi Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari Papua Barat.

Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan Umum dan Otsus Setda Provinsi Papua Barat, Roberth A. Rumbekwan menerangkan Pesisir Pantai Manokwari Utara harus diwujudkan menjadi kawasan ekowisata dalam melestarikan Tukik Penyu.  

"Saya bersama anak-anak usia dini melepaskan 46 ekor Tukik Penyu ke Laut. Harapan saya, kelak anak-anak ini dewasa, sudah terbentuk dalam memori untuk melindungi spesies Penyu saat mereka temukan," ucap Rumbekwan usai melepas Tukik Penyu ke Laut, di Pantai Bremi Distrik Manokwari Utara, Sabtu (11/7/2020).

Rumbekwan menerangkan, Papua Barat merupakan daerah konservasi, harus ada tindakan untuk melindungi Satwa langka di setiap daerah guna menjaga keseimbangan ekologi.

Beberapa Kampung di Pesisir Pantai Manokwari Utara, bisa dijadikan destinasi potensi ekowisata Tukik Penyu.

 "Para wisatawan yang berkunjung ke pantai ini, bukan saja hanya melihat pemandangan pantai, tetapi mereka juga diajak untuk melihat Telur Penyu, sekaligus bisa terlibat untuk melepaskan Tukik Penyu ke laut,"ujarnya.

Pemerintah daerah perlu mengembangkan potensi ekowisata, membentuk penangkaran - penangkaran dalam upaya pelestarian Tukik Penyu. Selain itu,  Pemda mendukung masyarakat kampung dalam melestarikan Penyu dan Telur Penyu di Daerah Manokwari Utara.

Disisi lain Petrus Mandacan mengaku, dirinya merasa terpanggil untuk merawat penyu dan telur - telur penyu hingga menetas.

Saya sudah merawat Telur Penyu sejak tahun 2016 hingga kini. Saat ada Penyu bertelur, saya selamatkan induknya ke laut, telurnya saya rawat hingga menetas, setelah itu saya kembalikan ke laut" ucap Petrus.

Ini inisiatif pribadi, sebab saya lihat penyu semakin berkurang, dan tingkat dikonsumsi Penyu semakin tinggi, bahkan Telurnya bisa menjadi santapan predator di darat jika tidak dirawat.

"Saya harap Pemerintah Kabupaten Manokwari mendukung masyarakat dalam merawat Penyu di  Kampung Bremi Distrik Manokwari utara, dengan  membuat bak-bak penangkaran Tukik Penyu,"jelasnya.

Beberapa spesies Penyu ditemukan di daerah Pantai Bremi baik Penyu Sisik dan Penyu Belimbing. Biasanya mereka bertelur pada Bulan Februari, Maret, April hingga Juli. 

Setelah bertelur disini, kadang mereka balik lagi untuk bertelur disini, karena itu perlu dirawat secara baik. Saya mengajak masyarakat kampung Bremi, agar kita merawat Penyu dan Telur Penyu. 


Berita Terkait