Polisi Diminta Kedepankan Kearifan Lokal Tangani Masalah CPNS Di Pegaf

Oleh Redaksi

04 August 2020 17:09 868 VIew

''Pembakaran Kantor BKD di Kabupaten Pegunungan Arfak''

Manokwari, arfaknews - Tokoh Pemekaran Kabupaten Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan mengharapkan Aparat Kepolisian  menggunakan pendekatan kearifan lokal dalam menyelesaikan aksi pembakaran Kantor BKD di Kabupaten Pegunungan Arfak.

"Pembakaran Kantor BKD adalah dampak dari tidak diakomodirnya OAP sesuai kuota, kebanyakan yang lolos diisi oleh orang-orang dari luar," ucap Tokoh Pemekaran Kabupaten Pegaf, Daud Indouw kepada media ini, Selasa (4/8/2020).

Daud menjelaskan, saling mencurigai sesama orang Arfak sangat tinggi, pasalnya mereka yang lolos CPNS di Pagaf kebanyakan tidak ber-KTP Pegunungan Arfak.

"Masyarakat melihat daftar nama yang lolos CPNS, namun banyak nama-nama bukan penduduk Pegaf, sehingga mereka marah dan bakar kantor BKD," ungkapnya.

Dia menjelaskan, dari total 823 formasi yang dibutuhkan, hampir 50 persen diisi oleh mereka yang miliki KTP siluman, kebanyakan non OAP dan 50 persen lainnya diisi oleh OAP. Karena itu, kami minta Polisi gunakan kearifan lokal dalam melihat masalah ini.

Mantan Anggota Dewan 3 periode ini  mendukung penegakan hukum di daerah, hanya saja untuk masalah CPNS di Pegaf, dia meminta polisi menggunakan pendekatan kearifan lokal  guna menghindari konflik sosial antar masyarakat.

Kami mendukung proses penegakan hukum di Pegaf, hanya saja kami harapkan polisi pertimbangkan kearifan lokal yang ada. Sebab  jika sampai terjadi proses penangkapan, bakal memicu masalah adat serius diantara Orang Arfak.

"Proses itu bisa berkepanjangan dan berpotensi memicu terganggunya Kambtibmas dan stabilitas sosial di Pegaf," ujarnya.

Sebelumnya, pada 31 Juli 2020, para Pencaker di Kabupaten Pegunungan Arfak melakukan aksi pembakaran salah satu Kantor Pemerintah di Pegaf sebagai bentuk protes atas  hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018.

Kapolres Manokwari, AKBP. Dadang Kurniawan Winjaya menerangkan pihak telah melakukan penyelidikan terhadap kasus pembakaran salah satu bangunan pemerintah di Kabupaten pegunungan Arfak.

kami sudah panggil saksi-saksi untuk diperiksa, sudah ada 7 saksi yang kami periksa. "Kami masih lakukan pemeriksaan saksi-saksi," terangnya.


Berita Terkait