Hasil Seleksi CPNS Tambrauw Jadi Sorotan DPR RI

Oleh Redaksi

06 August 2020 08:09 813 VIew

''Anggota Komisi V DPR RI asal Papua Barat, Jemmy Demianus Idjie''

Manokwari, arfaknews - Anggota DPR RI menyoroti hasil seleksi penerimaan CPNS  formasi 2018 di sejumlah daerah se -Papua Barat pasca diumumkannya pada 30 Juli 2020.

Anggota DPR RI asal Papua Barat, Jimmy Demianus Idjie menerangkan hasil seleksi CPNS beberapa Kabupaten/kota perlu ditinjau kembali  agar memberikan keadilan dan keberpihakan bagi Orang asli Papua.

Para kepala Daerah di Papua Barat diharapkan mencontohi Bupati Paniai yang meloloskan 100 persen Orang asli Papua dalam seleksi CPNS formasi tahun 2018. "Hingga kini Presiden belum menegurnya karena dianggap tidak nasionalisme," ucap Jemmy, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, Bupati  Paniai, Meky Nawipa telah memberikan keadilan bagi Warga Negara Indonesia di Kabupaten Paniai tanpa menciderai jiwa nasionalismenya sebagai seorang Kepala Daerah.

Argumentasi Bupati Meky sangat rasional  bahwa pekerjaan sebagai   PNS  masih diharapkan, sementara untuk lapangan pekerjaan lainnya seperti wiraswasta, wirausaha masih perlu diadaptasikan.  "Kami harapkan para Bupati di Papua Barat berkomitemen seperti langkah bupati Paniai dalam meloloskan 100 persen OAP," jelasnya 

Selain itu, Jemmy mengungkap kuota 80 per 20 dalam seleksi CPNS formasi tahun 2018 telah memicu aksi - aksi protes dari masyarakat pada sejumlah daerah di Papua Barat.

"Saya dipalang oleh masyarakat di Kabupaten Tambrauw, mereka minta saya bantu suarakan aspirasi mereka kepada pemerintah," ujarnya.

Perjuangan panjang masyarakat untuk menghadirkan Kabupaten Tambrauw mestinya diberikan kesempatan kepada mereka untuk mengabdi sebagai ASN di Daerah itu.

Jangan sampai kepercayaan mereka hilang terhadap Negara. Saya ingatkan bahwa tujuaan dimekarkan Kabupaten Tambrauw adalah antitesis negara terhadap gerakan OPM yang lahir di daerah itu. Tambrauw punya sekelumit masalah OPM dan sejarah gerakan perjuangan Papua Merdeka yang lahir disitu. 

"Mestinya seleksi CPNS ini salah satu cara untuk menyadarkan (meng-Indonesia-kan) mereka (masyarakat) Tambrauw untuk percaya kepada Negara" ujar salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Tambrauw ini.

Anggota Komisi V DPR RI ini berharap Bupati Tambrauw, Gabriel Asem mengusulkan kuota lebih besar melalui formasi CPNS tahun 2019 yang akan digelar pada September 2020 mendatang guna mengakomodir semua OAP (anak Tambrauw) yang tidak lolos pada seleksi CPNS formasi tahun 2018 kemarin.

Bupati Tambrauw dapat meminjam suara anggota DPR RI asal Papua Barat untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada Menpan RB, Tjahjo Kumolo guna memberi keadilan bagi masyarakat. "Kami akan membantu pak Bupati untuk ketemu dengan Menpan RB, guna mengkomunikasikan masalah ini," jelas Jimmy

Hal itu harus kita lakukan agar  mengembalikan kepercayaan (trust)  masyarakat bahwa  pemerintah punya niat baik untuk membangun OAP, dan berkomitmen untuk mengindonesiakan Orang Papua. "Jangan beri kesempatan mereka ambil kesimpulan dan bertindakan sendiri," harapnya.


Berita Terkait