Minimnya Infrastruktur Jalan, Berpotensi Meningkatkan Kecelakaan Lalulintas

Oleh Redaksi

08 August 2020 21:09 408 VIew

''Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing bersama stekholder saat Melaunching 9 Kegiatan RSPA Mansinam ''

Manokwari, arfaknews - Minimnya sarana Infrastruktur jalan berpotensi pada tingkat kecelakaan berlalulintas kendaraan roda dua maupun roda empat di Papua Barat.

Hal itu diungkapkan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Tornagogo Sihombing saat melaunching kegiatan Road Savety Partnership Action Mansinam  di Gedung Aula Arfak Mapolda Papua Barat, Jumaat (7/8/2020). 

Sihombing menjelaskan data   kecelakaan lalulintas tahun 2019 sebanyak 127 orang meninggal dunia akibat kecelakaan, karena itu melalui peluncuran program RSPA dalam rangka menurunkan potensi kecelakaan di Papua  Barat.

Minimnya infrastruktur jalan dapat berpotensi pada tingkatan kerawanan kecelakaan berlalu lintas.  "Apapun kreatif kita (Sat Lantas), apapun program strategis kita, kalau tidak didukung oleh infrastruktur maka tidak akan efektif," ucap Kapolda 

Pemda diimbau menyediakan sarana  infrastruktur jalan yang memadai guna meminimalisir potensi kecelakaan dalam berlalulintas, pasalnya penyebab kecelakaan bukan kelalaian pengendara semata melainkan dukungan sarana-prasana infrastruktur jalan yang kurang memadai, dapat  berpotensi terjadinya kecelakaan. 

Selain itu, ia menekankan ketidaktertibnya pengendara juga turut berpotensi meningkatkan fatalitas  kecelakaan lalulintas. "Ada kendaraan tanpa plat, pengendara tanpa menggunakan helm, tanpa masker bahkan pengendara kaki kosong saat mengendarai," ungkap Kapolda.

Sementara untuk menekan potensi kecelakaan berlalulintas bukan peran Polisi semata melainkan butuh keterlibatan semua pihak, baik pemerintah dan pihak-pihak terkait. "Terutama dukungan partnersihip, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Bappeda, Jasa Raharja dan Polda Papua Barat," terangnya.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, SIK, melaunching 9 kegiatan dalam Road Savety Partnership Action  ( RSPA) Mansinam sebagai program strategis bersama lintas stekholder dalam menekan lajunya potensi kecelakaan berlalulintas, dan menyadarakan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam mengendarai kendaraan. 

Kesembilan (9) program strategis sebagai upaya mengurangi jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia diantaranya, Penggunaan helm bagi seluruh sepeda motor, Penggunaan sabuk keselamatan (Seat Belt), Penggunaan Child Restraints, Konsentrasi dan aktivitas pengemudi terganggu karena menggunakan Handphone, Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, Jam kerja yang berlebihan tanpa istirahat, Pengemudi dalam pengaruh alkohol ataupun obat, Berjalan melawan arah, menggunakan truck pick up terbuka untuk mengangkut penumpang.

Selain  itu, program penanganan yang juga dilaunching yakni  mampu mengakselerasikan secara terukur dan mampu berkelanjutan di masyarakat, (akar rumput) antara lain, penggunaan data IRMS ( integrated road Savety System), mempunyai kegiatan rutin mengingatkan keselamatan jalan, Aktivitas kemitraan dengan aktifnya forum lalu lintas angkutan jalan.

Kapolda, Irjen Pol Tornagogo Sihombing mengingatkan para personil untuk mengimplementasikan rangkaian berbagai program RSPA dengan menggunakan pendekatan  persuasif -humanis guna memberikan edukasi dan kesadaran bagi masyarakat dalam mematuhi aturan.

"Kalau setiap hari kita ingatin, kita tegur, lama-lama pengendara jadi malu dan akhirnya ia menaati aturan," jelasnya.

Selain melaunching 9 Program RSPA Mansinam, Kapolda juga meresmikan Taman Lalulintas Polda Papua Barat dan mengukuhkan Polisi Cilik binaan Polda Papua Barat.


Berita Terkait