Dirkrimsus Polda Papua Barat Berhasil Bekuk 2 DPO Sindikat Ilegal Mining di Papua Barat

Oleh Redaksi

10 August 2020 22:09 1179 VIew

''Direktur Krimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu''

Manokwari, arfanews -  Belum sampai sebulan, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua Barat kembali membekuk 2  DPO Sindikat ilegal mining, pada 18 Juli 2020 kemarin.
 
FL dan HA merupakan dua diantara  tiga orang  DPO tersangka tindak pidana pemegang IUP operasi produksi atau IUPK operasi produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengelolahan dan pemurniaan, pengangkutan, penjualan mineral Batubara yang bukan dari  pemegang IUP, IUPK atau Izin. 

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Tornagogo Sihombing melalui Direktur Krimsus, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengatakan kedua tersangka FL dan HA merupakan satu paket tersangka AG, AR, AS dan RS yang melakukan aktivitas penambangan ilegal di Minyambouw dan Katubouw Kabupaten Pegunungan Arfak Papua Barat.

Romylus mengungkap peran FL sebagai pemodal kepada HA dan AG dengan mengirimkan uang tunai ke rekening masing - masing, untuk melakukan pembelian emas ilegal di Manokwari Papua Barat.

Sementara tersangka HA berperan sebagai penerima modal dari FL, melakukan pembelian emas ilegal dengan menggunakan tersangka AL yang turut  melakukan pembelian emas ilegal di Manokwari.

"Kedua tersangka FL dan HA, kita telah melakukan penyerahan perkara tahap I ke Kajaksaan Tinggi Papua Barat," ucap Romylus kepada pekerja media di ruang kerjanya di Mapolda Papua Barat, Senin (10/8/2020).

Sedangkan, tersangka AG, AS, AR dan RS kelengkapan berkas penyidikan selesai (P21) sehingga penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua Barat telah melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap 2) ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat pada 10 Agustus 2020. 

"Sementara salah satu DPO, MA masih diburuh Polda Papua Barat karena melarikan diri ke Sulawesi," ujar Romylus.

Sebelumnya, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua Barat telah mengamankan barang bukti dari tersangka  AG,AS,AR dan RS berupa, Uang Tunai sebesar 250 juta dan 1,6 Kilo gram emas atau setara dengan 1,2 Milyar rupiah, dan buku  rekening, kartu ATM, bukti transfer serta timbangan emas pada 1 Juni 2020 lalu.

Para tersangka dijerat pasal 161 UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan ilegal mineral dan Batubara, Jo pasal 56 dan pasal 55 UU KUHP.

Romylus mengharapkan dukungan  masyarakat untuk mengungkap sejumlah kasus kejahatan di Papua Barat. "Kami butuh Informasi dari masyarakat khususnya masyarakat yang berada di tempat penambangan Ilegal, dan informasi dari rekan-rekan media terkait aktivitas penambangan ilegal di Papua Barat," harapnya. 


Berita Terkait