Kapolda Paparkan 3 Pola Pengamanan TPS Sesuai Tingkat Kerawanan Pilkada di Papua Barat

Oleh Redaksi

01 September 2020 01:10 311 VIew

''Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing Saat Paparkan Model Penanganan Pemilukada dalam acara Coffe Morning bersama Stekholder di Mapolda Papua Barat''

Manokwari, arfaknews - Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing mengatakan sebanyak 3.590 Personil dikerahkan dengan melibatkan 8 Polres untuk mengamankan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 di 9 Kabupaten se Papua Barat. 

Diantaranya, Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni,Teluk Wondama, Kaiman, Fakfak, Sorong Selatan dan Raja Ampat. 

"Polri akan menggelar Personil sebanyak 2.470 orang ditambah personil dari Polda sebanyak 920 Orang, Polres Sorong 70 Orang dan Polres Sorong Kota 130 Orang, total anggota Polri 3.590 Orang [untuk Amankan Pilkada]," ucap Kapolda dalam acara Coffe Morning dalam rangka kesiapan pengamanan Pilkada serentak Tahun 2020, digelar di Ruang Loby Mapolda Papua Barat, Senin (31/8/2020). 

Dijelaskan, langkah itu merupakan Komitmen Polri  untuk terus bekerja keras menjamin penyelenggaraan Pilkada Tahun 2020 agar dapat berjalan  aman, lancar, dan damai dengan menggelar Personil untuk PAM dalam Pilkada. 

"Pada PAM TPS Polri akan menggelar 3.157 Personil pada 1.873 TPS sehingga membutuhkan perbantuan dari TNI sebanyak 101 Personil dan Linmas sebanyak 3.746 Personil," ujarnya.

Menurutnya, mereka akan ditempatkan melalui 3 Pola Pengamanan TPS sesuai tingkat kerawanan. 

"Daerah Aman, ditempatkan 2 Anggota Polri untuk PAM di 5 TPS dan dibantu oleh 10 Orang Linmas. Sementara untuk daerah rawan, ditempatkan 1, 2 Polri di 2 TPS dan dibantu dengan 4 orang Linmas. Sedangkan daerah Sangat Rawan, akan ditugaskan 2 Anggota Polri mengamankan 1 TPS dan dibantu dengan 2 Orang Linmas,"jelasnya.

Situasi Kamtibmas dalam menghadapi Pilkada serentak di Provinsi Papua Barat tergolong rawan karena tantangan geografis dan meningkatan Intensitas kegiatan politik dapat memunculkan potensi kerawanan, diantaranya yang cukup menjadi perhatian bagi Polri adalah pemanfaatan politik identitas. 

Selain itu, penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah persatuan bangsa, serta penyebaran hoax dan hate speech, yang dapat menimbulkan konflik ditengah kehidupan bermasyarakat.

Disisi lain, Pelaksanaan Pilkada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, pasalnya dilaksanakan ditengah Pandemi Covid-19 sehingga untuk pertama kalinya Pilkada dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. 

Hal itu, Kata Kapolda sudah diatur dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2020 karena itu, dibutuhkan keterpaduan serta kerja sama dengan berbagai pihak dalam penanganan, mengingat akar masalah konflik sosial bersumber dari berbagai risidu permasalahan sosial dan kebijakan pemerintah yang disharmoni. 

"Disinilah pentingnya Polri menjalin kerjasama melalui program sinergi polisional proaktif guna mengeliminir berbagai potensi konflik yang bersumber dari hulu permasalahannya,"kata Kapolda

Selanjutnya dia menjelaskan, menuju pelaksanan Pilkada, Polri akan dibantu dengan unsur TNI dan stakeholders terkait lainnya, menggelar Operasi Kepolisian.

"Operasi Kepolisian dengan sandi 'Mantap Praja - 2020' yang diselenggarakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif dan rehabilitasi," ungkapnya. 

Selain itu, Kapolda mengajak seluruh anggota Polri dan TNI tetap jaga netralitas dalam Pilkada dan, disarankan kepada seluruh elemen untuk menyelenggarakan Pilkada sesuai aturan yang berlaku. 

"Kepada KPU, Bawaslu, Caleg, Parpol dan masa pendukungnya, Pemda, Media, tokoh masyarakat serta pengawas pemilu independen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diemban sesuai dengan peraturan yang berlaku," harapnya. 

Hadir dalam pelaksanaan Coffe Morning, Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, Kapolda Papua Barat Dr. Tornagogo Sihombing, Pangdam XVIII Kasuari yang diwakili Kol Inf Bambang Yudi Kustiwa, Pamen Ahli Bid OMSP, Kajati Papua Barat yang diwakili Wakajati Leonard Ebenheizer Simanjuntak, Kabinda Papua Barat Drs. Setija Junianta, Wakapolda Papua Barat Brigjen Mathius D Fakhiri, serta Pejabat Utama Polda Papua Barat Barat. 

Juga dihadiri oleh Ketua KPU Provinsi Papua Barat Paskalis Semunya bersama Komisioner KPU Provinsi, Kakesbangpol Provinsi Papua Barat, Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan Wijaya, Ketua Pengadilan Manokwari serta undangan dari Partai Politik. 


Berita Terkait