Polda Bentuk Satgas PEN Awasi 900 Milyar Dana Dampak Covid 19 di Papua Barat

Oleh Redaksi

03 September 2020 20:10 5460 VIew

''Direskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu''

Manokwari, arfaknews - Kepolisian Daerah Papua Barat bentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawas Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi Papua Barat.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Tornagogo Sihombing melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, menerangkan berdasarkan  Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah nomor  23  Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pemerintah membentuk Satgas Pengawas Ekonomi Nasional (PEN) yang dibentuk ditingkat Nasional dan 34 Provinsi se- Indonesia untuk memastikan penyerapan anggaran Covid 19 tepat sasaran.

Di Papua Barat, Satgas Pengawas Ekonomi Nasional (PEN) dikordinir langsung oleh Polda Papua Barat yang diketuai oleh Direktur reserse Kriminal Khusus.

Tim ini, kata Romylus beranggotan bidang Pencegahan atau  Deteksi dikordinir oleh Intelijen, tim penyelidikan dan pencegahan dikordinir oleh Reserse, dan Humas serta Tim Pengawasan Daerah, dikordinir oleh Irwasda dan Propam Polda.

Romylus menerangkan, Anggaran yang dialokasikan Pempus dalam rangka pemulihan Ekonomi Nasional senilai 900 milyar lebih, kepada Provinsi Papua Barat dan Kabupaten/Kota.

Dirincikan, Penanganan dampak ekonomi senilai  200 milyar lebih, jaringan pengaman Sosial senilai 200 milyar lebih dan selebihnya digunakan untuk pembiayaan kesekretariatan dan biaya tak terduga.

"Tugas utama kita [Satgas PEN] untuk memastikan program percepatan pemulihan ekonomi nasional berjalan baik, dengan memastikan serapan anggaran secara transparan, akuntabel dan tepat sasaran baik di provinsi maupun Kabupaten/Kota,"ucap, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, Kamis (3/9/2020).

Selain itu, Romylus menerangkan Satgas PEN telah melakukan kordinasi dengan berbagai stekholder, terutama  APIP dan OPD pengguna anggaran untuk memastikan penyerapan anggaran sesuai peruntukannya.

"Tim ini sudah dilaporkan kepada Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda saat rapat kemarin. Kita laporkan realisasi anggaran di Papua Barat baru mencapai 36 persen, masih dibawa 50 persen,"beber Romylus

Disisi lain, Romylus mengungkap berdasakan hasil menitoring pemulihan perekonomian  secara nasional hingga kwartal ke III, secara berurutan Provinsi Papua, Papua Barat dan Sulawesi Tengah menempati posisi aman.

"Karena itu, dengan adanya satgas ini, diharapkan serapan angggaran pemulihan Ekonomi Nasional senilai 900 milyar ini  bisa terserap habis, dengan harapan di kwartal ke III pertumbuhan ekonomi di Barat semakin meningkat,"harapnya.

Selanjutnya, Romylus menerangkan pihaknya telah membangun kordinasi dengan APIP  dalam upaya mengawasi penggunaan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional dan Anggaran Covid 19 di Papua Barat.

Tim Satgas dan APIP telah seirama dalam mengawasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional dan anggaran Covid 19 di Papua Barat bahwa penindakan hukum merupakan langkah terakhir ketika  penggunaan Anggaran sudah tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita terus mendorong kepada peran  APIP dan OPD pengguna anggaran Covid 19 dan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menyerap anggaran itu secara optimal," jelas Romylus.


Berita Terkait