Siswa SD Gelar Aksi Di Area Pembangunan Tower Telkomsel Di Kabsor Papua Barat

Oleh Redaksi

04 September 2020 23:10 698 VIew

''Siswa SD dan Masyarakat Gelar Aksi Spontan di Area Tower Telkomsel di Kabupaten Sorong''

Sorong, arfaknews - Masyarakat dan Siswa Sekolah Dasar menggelar aksi spontan pada Area pembangunan Tower Telkomsel di Klaling VI jalan Petrochina Kelurahan Warmon Distrik Aimas Kabupaten  Sorong, Jumaat (4/9/2020).

Hari ini ada aksi yang dilakukan oleh masyarakat dan anak sekolah di 14 Kampung di Kelurahan Warmon Distrik Aimas Kabupaten Sorong

"Mereka meminta Pemerintah Daerah [Bupati], Kapolres dan Dandim untuk memberikan  jaminan keamanan kepada para pekerja Tower Telkomsel di Klaling VI di Aimas Kabupaten Sorong,"ucap Pemilik Hak Ulayat, Noldi S. Sawyai via seluler kepada media ini, Jumaat (4/9/2020).

Dia menerangkan, mareka menilai pembangunan Tower Telkomsel merupakan fasilitas umum yang sangat  dibutuhkan masyarakat.

"Mengingat akses jaringan Internet belum terjangkau di daerah Klaling VI, apalagi di tengah situasi Covid 19, layanan Internet menjadi kebutuhan bagi sistem belajar mengajar di Sekolah," ujar Noldi.

Karena itu, kata Noldi masyarakat berharap dibangunnya Tower Telkomsel di daerah itu, agar ketersediaan layanan Internet bisa terjangkau, pasalnya kadang mereka harus menempuh jarak 10 hingga 15 km untuk mengakses layanan Internet di Distrik Aimas.

Selain itu, Noldi menerangkan area itu, kini menjadi lahan sengketa antar pemilih hak ulayat Tanah (Hak Adat)  dan pemilik hak Sertifikat Tanah.

"Sebagai pemilik hak ulayat, saya mendukung pembangunan Tower Telkomsel sebab ini untuk kepentingan umum,"imbuhnya.

Disisi lain, Ia mengatakan pemilik hak sertifikat tanah menolak pembangunan Tower, pasalnya mereka [pihak pemilik Sertifikat] menolak klaim yang dilakukan oleh pemilik hak ulayat"beber Noldi.

"Kami sama sekali tidak menyerabot tanah pemilik Sertifikat, dia keliru. Saya sangat yakin, baik saya maupun orang tua saya tidak pernah menjual tanah kepada siapapun, apalagi kepada saudara Eduard Michel, yang mengklaim tanah itu miliknya" ujar Noldi.

Selanjutnya Ia meminta pemilik hak sertifikat untuk menarik laporan Polisi di Kabupaten  Sorong dan membuat laporan Pengaduan di Pengadilan Negeri agar diselesaikan sengketa hak ulayat secara hukum.

Saya harap, bapa Eduard Michel menarik Laporan Polisi dan segera memasukan laporan pengaduaan di Pengadilan Negeri agar sengketa ini diselesaikan secara perdata.

Selanjutnya, pemilik hak [Tanah] sertifikat [Eduard Michel] yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.


Berita Terkait