Resmikan Kantor LMA Sumuri, Bupati Piet Bilang Anak Sumuri Harus Jadi Tuan Di Negerinya

Oleh Redaksi

05 September 2020 08:11 1493 VIew

''Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiuw Resmikan Kantor Lembaga Masyarakat Adat Sumuri''

Teluk Bintuni, arfaknews - Bupati Kabupaten Teluk Bintuni meresmikan Kantor Lembaga Masyarakat Adat Sumuri di Distrik Sumuri Kabupaten Teluk Bintuni, Jumaat (28/9/2020). 

Dalam sambutannya, Orang Nomor satu di Negeri Sisar Matiti ini mengharapkan masyarakat harus menjadi subjek dalam pembangunan. 

"Sumuri ini dapurnya Teluk Bintuni, Dapurnya Papua Barat dan Dapurnya Indonesia. Di sini potensi sumber daya alam begitu besar. Karena itu saya sangat ngotot mengusung Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) mengenai Dana Bagi Hasil (DBH) supaya masyarakat tidak hanya menjadi penonton, melainkan hari jadi tuan,"ucap Kasihiuw saat meresmikan kantor Lembaga Adat. 

Bupati berkomitmen menghadirkan pembangunan di distrik Sumuri Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat dalam mewujudkan masyarakat sebagai subujek pembangunan. 

"Saya tidak mau ketika nanti industri di sini bisa berdiri, namun masyarakat tidak dapat apa-apa. Kita harus bisa menjadi tuan di tanah sendiri. Kita juga harus terus menjaga Tanah Sumuri ini” ujar Bupati Kasihiw.

Dia menerangkan, anggaran untuk pembangunan Sumuri masuk pada anggaran 2021, pasalnya pembangunan yang direncanakan bergeser pasca mewabahnya Pandemi Covid 19 di Indonesia. 

“Pembangunan infrastruktur untuk Sumuri sudah ada dalam agenda, harusnya tahun 2020  sudah berjalan, tetapi Covid 19 yang kemudian menunda agenda itu. Tahun 2021 pembangunan di sini akan jalan, salah satunya yang sudah berdiri, itu Puskesmas bertaraf nasional di kampung ini,"jelas Kashiuw

Selain Puskesmas, Kita juga akan membangun Pelabuhan di Tofoi, Supaya geliat perekonomian di daerah sini bisa berjalan. Doakan saja semua lancar," ujar Bupati yang baru memerintah 3 tahun setengah ini. 

Pria berdarah Sumuri ini menerangkan, tak akan melupakan kampung halaman dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan bagi masyarakat. 

"Ini negeri tempat saya dilahirkan. Ibu saya asli dari suku Sumuri, maka Sumuri pun tidak mungkin saya lewatkan,” kata Kasihiuw disambut tepuk tangan dari warga. 

Selanjutnya, Bupati berharap dengan diresmikannya Kantor Lembaga Adat Sumuri, diharapkan segala permasalahan yang terjadi dalam masyarakat, bisa diselesaikan secara adat. 

"Kantor ini merupakan representasi, simbol dari demokrasi internal suku. Simbol dari perlindungan hak-hak masyarakat adat," tuturnya. 

"Lembaga Adat merupakan demokrasi suku yang dipegang sebagai nilai  masyarakat Papua umumnya. Saya berharap dengan hadirnya Kantor LMA ini, memberikan perlindungan terhadap hak-hak adat, dan terus bisa didorong sampai ke tingkat pemerintah provinsi," jelas Kasihiuw. 

Turut hadir dalam acara peresmian kantor Lembaga Masyarakat adat Sumuri, anggota MRP Papua Barat Pokja Adat asal Kabupaten Teluk Bintuni, Rafael Sodefa, dan beberapa Stekholder di Kabupaten Teluk Bintuni.


Berita Terkait