10 Ilmuan Muda Papua Dipersiapkan Ikut Simposium Internasional di Manokwari

Oleh Redaksi

15 September 2020 23:09 192 VIew

''Foto bersama usai acara pembukaan Both Camp IMP ''

Manokwari, arfaknews - 10 Ilmuan Muda Papua diasah keahliannya dalam kegiatan ilmiah bertajuk Both Camp Ilmuan Muda Papua (IMP) tahun 2020.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung dari tanggal 15 sampai 17 September 2020 di salah satu Hotel di Manokwari atas kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua Barat Bersama Yayasan EcoNusa.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Dr. Nathaniel Mandacan meminta  para peserta  mengikuti kegiatan Both Camp IMP secara baik, demi meningkatkan potensi diri sebagai ilmuan muda Papua.

"Melalui moment Both Camp IMP ini diharapkan dapat memunculkan kreasi Inovasi, menciptakan teknologi tepat guna agar dapat diadopsi oleh daerah dalam rangka akselerasi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Papua Barat," ucap sekda saat membuka acara Both Camp, Selasa (14/9/2020).

Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof. Dr. Charlie Danny Heatubun, S.Hut,M.Si mengatakan 10  peserta yang mengikuti kegiatan Both Camp IMP tahun 2020 terseleksi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Tanah Papua.

Para peserta ini dipilih atas seleksi yang dilakukan oleh Balitbangda dan tim EcoNusa,  berdasarkan proposal penelitian yang diajukan.

"Dari 86 proposal, hanya 58 orang yang lolos dalam tahapan administrasi, dan dari 58 proposal yang lolos, dipilih 10 proposal terbaik untuk dipersiapkan dalam Both Camp Ilmuan Muda Papua" ujar Charlie

Dia menerangkan Peserta Both Camp IMP memiliki objek proposal penelitian yang bervariasi, beberapa mengajukan proposal penelitian tentang Sagu, Keanekaragaman hayati, Ekologis, Etnobotani dan adapula yang menggali potensi Sumber Daya alam melalui pendekatan sosial budaya.

Dalam kegiatan Both Kamp ini, kata Charlie para peserta memperdalam metode dan teknik penelitian, teknik analisis data dan kemampuan - kemampuan lain yang mendukung agar memudahkan mereka saat melakukan penelitian, menganalisis data, menyajikan hasil bahkan mempublikasikannya.

"Kami berharap mereka ini akan menjadi mahasiswa yang akan kita promosikan hasil penelitian mereka dalam International Flora Malesiana Symposium yang digelar di Manokwari pada tahun 2022 mendatang,"harap Charlie.

Dia menambahkan International Malesiana Symposium merupakan kegiatan keilmuan yang digelar 4 Tahun sekali sejak didirikan oleh Yayasan Foundation pada 1948 silam hingga kini. Pada 2019 tahun lalu digelar di Bruney Darussalam dan direncanakan akan digelar di Manokwari mewakili Indonesia dan Papua Niuw Gunea (PNG) pada tahun 2022 mendatang. 

Karena itu, Profesor berlatar belakang ilmu Kehutanan ini berharap forum  internasional tersebut akan menjadi ajang untuk memperkenalkan Ilmuan Muda Papua," tukasnya.


Berita Terkait