Ratusan Honorer Pemprov Geruduk Kantor MRP Papua Barat

Oleh Redaksi

16 September 2020 23:09 876 VIew

''Massa aksi gelar unjuk Rasa di Depan Kantor MRP Papua Barat''

Manokwari, arfaknews - Ratusan Honorer Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar unjuk rasa di Kantor Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat, Rabu (16/9/2020). 

Mereka mengadu atas tidak diakomodirnya nama-nama mereka dalam SK pengangkatan 1283 Honorer Papua Barat menjadi CPNS dan P3K. 

Ketua MRP Papua Barat, Maxi Nelson Ahoren mengatakan para pencaker honorer Pemprov Papua pertanyakan tidak diakomodirnya mereka dalam SK pengangkatan Honorer daerah formasi 2018.

"Rata-rata mereka yang datang sudah bekerja diatas 5 tahun, bahkan mereka lampirkan dengan bukti-bukti SK dan Slip pembayaran Gaji, malah mereka tidak diakomodir,"ucap Maksi saat diwawancarai, Rabu (16/9/2020). 

Selain itu, mereka juga meminta pemerintah provinsi Papua Barat untuk mengakomodir mereka dalam formasi CPNS tahun 2019 yang akan dibuka pada 2021 mendatang. 

"Saya berharap penerimaan CPNS pada formasi 2021 mendatang, diprioritaskan  Honorer yang belum diakomodir saat ini. Selain itu, ketika formasi itu selesai maka saya berharap tak ada penambahan honorer lagi sehingga tidak terjadi pembengkakan seperti saat ini,"beber Maksi. 

Ketua MRP Provinsi Papua Barat ini meminta para pencaker untuk melengkapi data-data honorer yang belum diakomodir disertai dengan  bukti-bukti berupa  SK dan Slip Gaji. 

Saya minta agar mereka (Honorer) melengkapi data - data Honorer. Akomodir di semua Dinas, Honorer  yang belum didiakomodir didata secara baik agar tidak menjadi masalah seperti saat ini,"ujarnya.

Setelah datanya sudah lengkap, maka MRP akan menyurati Pemerintah untuk mengakomodir mereka dalam Formasi CPNS 2019 yang akan dibuka pada 2021 mendatang.

Kami juga akan membentuk tim, yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua MRP, Pokja Agama untuk melakukan kordinasi ke semua instansi dalam hal memverifikasi data-data yang diserahkan dari setiap dinas. 

"Saya berharap mereka menyerahkan data - data itu secepatnya sehingga segera ditindaklanjut,"jelasnya.


Berita Terkait