5 Komisioner KPU Manokwari Diperiksa DKPP

Oleh Redaksi

18 September 2020 22:10 639 VIew

''Suasana Sidang Gugatan Bakal Calon romansa di DKPP''

Manokwari, arfaknews - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik terhadap 5 Komisioner KPU Kabupaten Manokwari, yang digelar di Kantor KPU Papua Barat, Jumaat (18/9/2020). 

DKPP menghadirkan penggugat, Ronald Mambiew dan Eunie E. Musa Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Jalur Persorangan didampingi oleh Kuasa Hukum, Habel Rumbiak,SH.

Dihadiri juga oleh tergugugat, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Manokwari, Abdul Muin Salewe [Ketua], dan anggota, Aplena. A L. Rumaikewi, Herry Lolo, Fahry Rafly, Frantiano
Rahawarin. 

Sidang  gugatan ini dipimpin oleh Ketua Majelis Sidang, Prof. Muhammad, yang juga menjabat sebagai Ketua DKPP RI dan didampingi oleh Anggota Majelis TPD mewakili masyarakat, Napoleon Fakdawer, S.Pd dan anggota Majelis TPD mewakili Bawaslu Papua Barat, Abraham Ramandey, SH. 

Selain itu, dihadiri juga oleh KPU Provinsi Papua Barat dan Bawaslu Kabupaten Manokwari. 

Agenda Sidang sesuai pokok aduan, yaitu KPU dinilai melakukan pengecekan jumlah syarat dukungan, dan terindikasi tidak mengindahkan surat Bawaslu perihal akses informasi pencalonan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari tahun 2020.

Selain itu, dalam pokok aduan para teradu juga dinilai miliki tujuan tersembunyi dengan mendatangi sekretariat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati saat melakukan penginputan data dukungan Silon. 

Pengadu menghadirkan tiga orang saksi untuk melaporkan pelanggaran - pelanggaran yang dilakukan oleh ke-5 Komisioner KPU Kabupaten Manokwari saat pendaftaran pada meret 2020 lalu. 

Teradu membantah gugutan yang disampaikan oleh Pengadu. Kehadiran mereka ke sekretariat Tim untuk memastikan pengisian daftar silon yang masih kosong. 

"Jadi mereka pergi bersama dengan Bawaslu untuk memastikan dan menanyakan kenapa daftar silon belum diisi," tutur Napolion mengulangi keterangan teradu, KPU. 

Pimpinan Sidang, Mejelis DKPP Prof Muhammad telah mengecek tingkat pelanggaran yang dilakukan dengan mempertemukan dua belah pihak,  guna melihat sejauh mana pokok pengaduan yang diberikan. 

Tadi sudah lakukan kroscek terhadap pengadu dan teradu. Selanjutnya DKPP akan melakukan pertemuan dan akan memutuskan hasil Sidang dalam beberapa hari kedepan. 

Kita dari TPD diberikan waktu dua hari untuk memberikan resume pembobotan, selanjutnya akan dikirim ke DKPP untuk diputuskan,"jelas Fakdawer


Berita Terkait