Dinilai KPU Manokwari Tak Netral, LP3BH Harap DKPP Beri Putusan Seadil Adilnya

Oleh Redaksi

19 September 2020 15:10 478 VIew

''Sidang kode etik DKPP di Manokwari''

Manokwari, arfaknews - Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantun Hukum (LP3BH) Manokwari, mendukung langkah pasangan calon perorangan "diskualifikasi" Ronald Mambiew-Reineke E.Musa melaporkan 5 (lima) komisioner KPU Manokwari ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), pada Jumaat (18/9) kemerin di Manokwari. 

Langkah itu menurut Advokat Yan Warinnusy sudah tepat, karena dari sisi Kode Etik Penyelenggara Pemilu nampak adanya fakta bahwa kelima komisioner KPU Manokwari tersebut "tidak netral". Kata Warinussy dalam Realis, Sabtu (19/9/2020). 

Itu terjadi saat 2 (dua) orang komisioner mendatangi sekretariat Pengadu dan meminta staf sekretariat bagian operator komputer untuk menginput data KTP dukungan pasangan calon (paslon) sebanyak-banyaknya.

Kedatangan kedua komisioner tersebut ke sekretariat Pengadu pasti dengan sepengetahuan Ketua KPU Kabupaten Manokwari, sehingga sanksi tegas mesti dikenakan kepada yang bersangkutan. 

Saya harap DKPP dapat menjatuhkan sanksi pelanggaran kode etik yang berat hingga pemecatan kepada komisioner Aplena A.Rumaikewi dan komisioner Herry Lolo yang mendatangi sekretariat Pengadu. 

Alasan kedua teradu bahwa mereka mendatangi sekretariat pengadu untuk mengecek kenapa data syarat dukungan paslon belum dimasukkan dalam silon adalah jelas menunjukkan adanya pengakuan bahwa mereka telah melanggar Kode Etiknya selaku penyelenggara pemilu.


Berita Terkait