PMK2 Ingatkan Masyarakt Bintuni Jangan Terhasut Politik Identitas Oleh Politikus

Oleh Jems Aisoki

02 October 2020 01:04 845 VIew

''Peresmian 10 Posco PMK2 di Tahiti''

Teluk Bintuni, arfaknews - Pasangan Petrus Kasihiw dan Matret Kokop ingatkan  masyarakat Teluk Bintuni tidak terprovokasi dengan  Isu Identitas yang dibangun oleh politikus.

Menurut Kedua figur berjiwa Kebapaan ini bahwa masyarakat Teluk Bintuni dikenal dengan nilai tolaransi antar masyarakat dan umaat beragama yang cukup tinggi.

“Namun akhir - akhir ini sudah banyak rumor, isu yang beredar tentang siapa suku aslilah, mau pilih agama ini dan agama itu lah. Jangan begitu, jangan bermain dengan politik identitas," ucap Piet. 

"Kalau mau bicara suku asli, lalu ini siapa yang naik sebagai calon wakil bupati bersama saya? Matret Kokop to,"katanya

Lalu Suku Sebyar mana yang naik lagi yang asli Sebyar,” tanya Piet disambut teriakan bersama warga yang hadir dengan sebutan “Matret Kokop Lanjutkan," saat meresmikan 10 posko Pemenangan PMK2 di Tahiti, Teluk Bintuni, yang diresmikan secara simbolis di Posko Mangga Lima, pada Rabu, 30/09/2020 malam

Piet mengingatkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang betul-betul memperhatikan hak-hak masyarakat adat. 

Piet berkomitmen mewujudkan pembangunan  yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat adat atas hak-hak adat  yang telah hilang.

"Saya dan Pak Matret telah ada di Bintuni, sebelum Teluk Bintuni dimekarkan sebagai Kabupaten, kami bertumbuh besar bersama masyarakat disini"ujar Pria berdarah Sumuri ini.

Komitmen untuk membawa perubahan pada struktur masyarakat adat telah mendorong kami untuk berjuang bersama masyarakat hingga  diterbitkan Perdasus Dana Bagi Hasil (DBH) yang menjadi hak masyarakat adat.  

Piet Matret harapkan, masyarakat manfaatkan DBH sebaik-baiknya untuk pengembangan dan kemajuan masyarakat Teluk Bintuni kedepan. "Jangan gunakan untuk kebutuhan Konsumtif semata,"harap Piet

Piet kembali mengingatkan warga agar jangan terhasut isu murahan dari propaganda politisi memakai isu agama dan Identitas. 

"Menjadi seorang Kepala Daerah, adalah pemimpin untuk semua masyarakat, semua agama dan semua Golongan, jadi jangan terhasut oleh isu murahan,"harap Piet.

“Jangan sampai kita ini berkelahi karena Pilkada. Dalam visi misi PMk2, telah kita tambahkan satu kata lagi, yakni Bintuni yang “Damai, Maju, Produktif dan Berdaya Saing”.

Mewujudkan Bintuni yang Damai, maka karakter masyarakat akan terbangun untuk membangun Teluk Bintuni yang seutuhnya.

Peresmian yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat Suku Sebyar itu mendapatkan sambutan yang begitu hangat.

Gun Kaitan, salah satu tokoh yang dituakan oleh masyarakat Sebyar ikut mengingatkan kepada warga dan simpatisan, bahwa Piet Matret adalah anak-anak asli Teluk Bintuni yang ikut berjuang bagi kabupaten ini.

“Matret ini anak asli Sebyar, kami dari zaman Bintuni masih belum jadi kabupaten sudah saling mengenal, kami dan Pak Piet Kasihiw sudah berjuang untuk Bintuni. Ini anak-anak Teluk Bintuni,” tukasnya.

Selanjutnya, Pasangan Petahani ini kembali mengingatkan simpatisan dan Timses untuk memperhatikan  protokol kesehatan  sebagai syarat mutlak Pilkada sehat di Kabupaten Teluk Bintuni.

Saya ingin semua posko menerapkan protokoler yang sama, kalau tidak, saya dan Bapa Matret tidak mau menghadiri," tegaa Piet sebagai bentuk Kepedulian  atas kesehatan masyarakat ditengah mewabahnya Covid 19.

Baginya Piet, janganlah kemenangan dibayar dengan Nyawa.

"Kita ingin menang, tapi apalah arti kemenangan jika harus jatuh korban karena Corona," ujarnya.


Berita Terkait