Demo ke DPRD Manokwari, Ratusan Mahasiswa Serukan Tolak UU Cipta Kerja

Oleh redaksi

12 October 2020 14:10 1134 VIew

''suasana aksi penolakan Omnibus Law dsari Mahasiswa di Kantor DPRD Manokwari''

Manokwari arfaknews - Ratusan mahasiswa Universitan Negeri Papua (Unipa), tergabung dalam OKP Cipayung, lakukan aksi demo di kantor DPRD Manokwari, Senjin (12/10/2020) serukan penolakan omnibus law atau UU cipta kerja

Para mahasiswa ini mendatangi kantor DPRD manokwari menggunakan motor dan truck diawali dari kampusnya di amban menuju ke DPRD di Sowi Gunung.

Aksi penolakan omnibuslaw atau UU cipta kerja dinilainya cukup merugikan tenaga kerja, bahkan undang undang ini di buat untuk mempermudah para investor asing menanamkan sahamnya di Indonesia, terutama di tanah Papua.

Selain itu, sejumlah perusahaan asing pun sudah mulai melirik tanah papua, namun sebelum merabah masuk ke tanah Papua, harus dilakukan seruan penolakan.

Aksi demo dilakukan mahasiswa ini berlangsung di pelataran kantor DPRD Manokwari dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap, bahakan mendatangankan sejumlah mobil water canon, mobil kawat berduri, serta ratusan personol kepolisian tergabung dalam, Personil Polda Papua Barat, Brimob Polda Papua Barat, serta Polres Manokwari, serta dibantu pihak dari TNI AD, terutama dari kodim 1801 Manokwari, mengawal aksi dilakukan ratusan mahasiswa.

usai melakukan aksi demo, para mahsiswa yang tergabung dalam OKP Cipayung ini, meminta DPRD Manokwari, ikut serta dalap penolakan omnibus law dengan menyertakan kertas untuk ditandatangani ketua DPRD Manokwari, bahwa DPRD manokwari pun harus menolak omnibus law.

para anggota dprd manokwari hadir di pimpin Bons Rumbruren,  menyambut kedatangan mahasiswa pun akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ini ke Sekda Papua Barat dan diteruskan ke Gubernur Papua Barat, lalu di kirim ke jakarta jika Mahasiuswa dan DPRD Manokwari tolak Omnibus Law.

Usai menyamapaikan tuntutannya ke DPRD manokwari, ratusan mahsiswa lalu membubarkan diri dengan tertib.


Berita Terkait