Hari Pangan Sedunia, SKK Migas –KKKS Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Konsep Agroforestry Di Papua Barat

Oleh Jems Aisoki

17 October 2020 10:10 146 VIew

''SKK Migas - KKKS Sosialisasi potensi Agroforestry di Kabupaten Sorong ''

Manokwari, arfaknews - Peringati Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober 2020, SKK Migas - KKKS, Bp Indonesia, Genting Oil Kasuri Pte. Ltd., Petrogas Basin Ltd., Petrogas Island Ltd., Pertamina EP Aset 4 Field Papua bersama pelajar dan masyarakat di daerah penghasil migas melakukan pencanangan pengembangan potensi  wanatani atau agroforestry untuk mendukung kelestarian ekologi dan ketahanan pangan secara serentak di wilayah Papua dan Maluku.

Dengan menerapkan protokol Kesehatan, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Teknis BKSDA Papua Barat, Tasliman, Lurah Malasom Distrik Aimas, Akmadi, SH,M.H dan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Kab.Sorong, Jarmi, S. Pd, serta pelajar dan masyarakat, digelar di Kelurahan Malasom Distrik Aimas, Kabupaten Sorong Jumaat (16/10/2020).

Kepala Departemen Humas Perwakilan SKK Migas wilayah Papua dan Maluku, Galih Agusetiawan menerangkan
Kegiatan PPM bidang Lingkungan merupakan bentuk kepedulian industri hulu migas kepada pelestarian lingkungan.

Program Pengembangan Masyarakat (PPM) bidang Lingkungan yang dikemas dalam
Kegiatan pencanangan dan penyuluhan pembibitan tanaman pangan buah produktif dan tanaman penghijauan dalam upaya mengembangkan ketahanan pangan lokal dengan melakukan pembibitan bakal tanaman “Agroforestry”di wilayah Papua Barat dengan menggandeng LSM Kasuari sebagai koordinator pelaksana penyuluhan di lapangan.

Kegiatan ini tidak akan berhenti pada pencanangan saja, namun akan terus dilakukan upaya penyemaian hingga mencapai 10.000 bibit tanaman yang terdiri dari bibit Pala, Matoa, Durian, Langsat, Rambutan, Mangga, Sengon, Suren dan Agatis hasil fasilitasi  SKK Migas - KKKS serta pihak ketiga industri hulu migas wilayah Papua Barat”ungkapnya.

Selaian itu, Galih juga menerangkan tujuan  SKK Migas - KKKS melakukan penyemaian tanaman Wanatani atau agroforesty untuk memberikan dampak manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa depan.

"Konsep pemrosesan benih hingga menjadi bibit (penyemaian) dan nantinya dilanjutkan pada proses penanaman mirip dengan siklus konsep kegiatan eksplorasi migas, karena keberhasilan proses eksplorasi/penyemaian yang dilakukan dengan baik, baru akan diterima manfaatnya oleh generasi selanjutnya dimasa depan, maka saat ini upaya tersebut harus terus dilakukan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik"bebernya.

Sementara itu, Nur Cahyo selaku Koordinator program pelaksana penyuluh lapangan pengembangan agroforestry  dari LSM Kasuari  sangat berharap program yang telah disusun secara berkesinambungan dapat dimanfaatkan pengelolaan bersamanya sesuai pola kebudayaan masyarakat setempat.

Nur Cahyo juga mengajak pelajar yang ada dilokasi penyemaian untuk dapat mengetahui teknik-teknik penyemaian tanaman dan ikut memelihara sehingga bisa menjadi bagian dari proses pemeliharaan pertumbuhan serta bertanggung jawab sebagai penerima manfaat secara ekonomi dikemudian hari.

“Kami tidak hanya melakukan penyuluhan, tapi kami aktif untuk membina masyarakat  terhadap pentingnya memulai proses penyemaian bibit -bibit tanaman argoforestry dengan melakukan kampanye melalui media flyer, banner, spanduk yang berisi materi penyuluhan, agar secara terus menerus dapat membudaya dalam perilaku pelajar dan masyarakat” jelas Nur.

Seperti diketahui Hari Pangan Sedunia telah diperingati setiap tanggal 16 Oktober sejak tahun 1979 sebagai gagasan bersama yang diinisiasi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1979.


Berita Terkait