Suku Besar Doreri Ingatkan Masyarakat, Tidak Termakan Hasutan Separatis

Oleh Redaksi

20 October 2020 10:12 173 VIew

''Peta Tanah Papua''

Manokwari arfaknews – Suku besar Doreri menyerukan dengan tegas agar komponen masyarakat Manokwari di wilayah Doreri, untuk tidak mudah termakan hasutan serta provokasi  untuk ikut merayakan dengan mengikuti ibadah syukuran dan menaikan bendera separatis

Kepala Suku Besar Doreri Gaad Hendrik Rumfabe. Mengungkapkan Apa diperintahkan salah satu organisasi separatis ke masyarakat memiliki semangat untuk berpisah dari NKRI, agar menaikan atau mengibarkan bendera separatis 19 Oktober 2020 ini sebagai momentum lahirnya sebuah negera Federal, saat kongres rakyat III di lapangabln Zakeus Padang Bulan 2011 lalu,

Perayaan ini sesuai perintah oraganisasi terlarang mengatakan  hari kemerdekaan ke-9 ini, sesungguh 19 Oktober bukan tertanggal 1 Desember  selalu diperingati selama ini, menurutnya haltersebut merupakan faktor kepentingan suatu kelompok, bukan untuk masyarakat pada umumnya, "tutur

Lewat hubungan via telepon Minggu (19/10/2020), Kepala Suku Besar Doreri seraya menambahkan bahwa NKRI adalah harga Mati.

Secara pribadi ditekankan kepada pemerintah Provinsi Papua Barat agar melihat dan menyikapi hal ini dan organisasi dewan adat diduga ada dualisme kepemimpinan, agar jangan duduk diam sebab diduga telah disusupi oleh syarat kepentingan politik yang tidak sejalan dengan program pemerintah,

diharapkan kedepan pemerintah propinsi papua barat,  harus tegas melakukan pertemuan dengan dewan adat untuk menyelesaikan dualisme kepeimpinan di internal dewan adat, bertujuan agar aspirasi politik dapat ditampung pada satu titik untuk mendukung program pembangunan.

Kalau ada warga membuat kerusuhan di Manokwari, agar dipulangkan ke daerah asalnya, sebab baginya kepala suku adalah NKRI adalah harga mati.

Jangan ikuti kelompok mempunyai syarat kepentingan dan tidak sejalan dengan NKRI, diketahui beberapa kali diadakan kegiatan melalui sosialisasi ke masyarakat menggunakan anggaran sendiri, tanpa bantuan dana dari pemerintah daerah dan pusat, kenapa demikian, lantaran menginginkan kembalikan budaya Doreri seperti dulu kala, kata Gaad Henderik

Pesannya pada masyarakat Doreri, tidak menerima kelompok apapun bahkan mengatasnamakan apapun dan ditegaskan agar tidak terlibat untuk mendukung kegiatanoarganisasi separatis, karena  bakal membawa kerawanan terjadinya konflik bagi masyarakat sendiri, tegasnya


Berita Terkait