PGGP Dorong Perda Tanah Adat, Rumah Rehabilitasi, dan Situs Mansinam

Oleh Redaksi

22 October 2020 22:12 257 VIew

''Ketua PGGP Papua Barat, Pdt. Sherly Parinussa, S.Th bersama Pengurus PGGP''

Manokwari, arfaknews - Persekutuan Gereja-Gereja Papua Provinsi Papua Barat (PGGP) mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat mengeluarkan peraturan Daerah Khusus tentang perlindungan Tanah Adat, rumah rehabilitasi dan Situs Mansinam. 

Hal itu disampaikan Ketua PGGP Papua Barat, Pdt. Sherly Parinussa, S.Th usai pelaksanaan Raker II PGGP Papua Barat, di Manokwari pada Sabtu (17/10/2020) pekan kemarin. 

Sherly menjelaskan sesuai dengan tupoksnya, PGGP merupakan wadah kordinasi dedominasi Gereja di Tanah Papua di Provinsi Papua dan turut serta mencari solusi dalam membangun masyarakat di Tanah Papua. 

Dari hasil raker, ada 3 masalah urgent dari berbagai masalah yang diusulkan oleh  9 biro di PGGP diantaranya Tanah Adat, situs pulau Mansinam dan rumah rehabilitasi bagi anak-anak pecandu lem aibon. 

Seherly menjelaskan PGGP mendorong perda tanah-tanah Adat karena eksistensi masyarakat Papua bergantung kepada Tanah, penguasaan tanah harus pada tujuannya. 

"kita sadar tanah tidak harus dijual belikan, tanah itu aset masa depan Papua, kita mendorong bagaimana pemerintah melihat itu, "ucap Sherly. 

PGGP mengusulkan agar dibuatnya suatu regulasi yang membatasi penjualan Tanah Adat, melainkan dimanfaatkan  untuk pertanian atau dikelola sebagimana mestinya untuk kesejahteraan masyarakat Papua. 

Pasalnya, jika tanah dibiarkan kosong berpotensi dimanfaatkan oleh orang berduit untuk menguasai tanah, dan tidak berdampak bagi masyarakat adat. Akhirnya masyarakat yang miliki tanah mulai di pinggirkan ke tempat-tempat yang terisolasi. 

Selain itu, Sherly menjelaskan dalam raker ini PGGP  mengusulkan untuk hadirnya satu rumah rehabilitasi, tempat pemulihan untuk anak - anak Lem Fox, Aibon.

"Kami mengusulkan kepada pemerintah untuk menyediakan rumah rehabilitasi, tentunya PGGP akan bekerja sama dengan BNN dan pihak-pihak yang berkompeten," ujarnya. 

Selain itu,  PGGP juga membahas soal eksistensi Manokwari sebagai Kota peradaban, eksistensi Mansinam. PGGP melihat bagaimana Mansinam harus betul-betul menjadi sentra religius di Tanah Papua. 

"Selain sebagai pusat religius, dikembangkan ke sektor wisata, dan situs peradaban (sejarah),"tandasnya.


Berita Terkait