Pimpinan Gereja Diharapkan menjadi Pelopor Kesehatan 3M

Oleh Jems Aisoki

24 October 2020 22:12 176 VIew

''Ketua PGGP Pdt. Sherly Parinussa,S.Th (Tengah) bersama Pengurus PGGP Provinsi Papua Barat''

Manokwari - Gereja itu berbicara soal nyawa Manusia berharga di hadapan Tuhan, maka para pemimpin Gereja diharapkan menjadi pelopor perubahan Perilaku kesehatan di masyarakat.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Persekutuan Gereja - Gereja Papua (PGGP) Provinsi Papua Barat, Pdt. saat diwawancarai oleh media ini, Sabtu pekan Kemarin (17/10/2020). 

Menurut Sherly terlepas dari berbagai spekulasi yang tumbuh subur menjadi isu di masyarakat terkait Covid 19 adalah rekayasa dan konspirasi ilmuan beragam polemik soal Covid 19.

Saat ini nyawa manusia sudah mati, kehadiran Gereja untuk menyelamatkan nyawa Manusia. Gereja itu bicara soal nyawa manusia itu berharga di hadapan Tuhan.

"Terlepas dari konspirasi atau direkayasa tapi tugas hamba Tuhan tetap menjaga jemaat, dengan menasihat Umaat dengan Firman, memberikan  pemahaman dan berdoa bersama agar kita kuat menghadapi situasi ini.

"Saatnya kita rubah perilaku dengan menaati protokoler kesehatan, Pakai Masker, jaga Jarak dan mencuci tangan, dan harus dimotori oleh para pemimpin Didominasi Gereja,"ujarnya.

Para pimpinan dedomasi gereja diharapkan tidak mengganggap remeh dan berkata dengan Iman, tapi iman tanpa ketataan sia-sia.

"Saya harap para pemimpin dedominasi  gereja harus bisa dengan bijaksana melihat kondisi ini, karena kehidupan lebih penting menyelamatkan kehidupan lebih penting,"ujarnya lagi.

"Diharapkan pertemuan - pertemuan terbatas, pertemuan - pertemuan yang dilakukan harus tetap menaati protokol kesehatan,"harapnya.

Diharapkan  kepada semua pemimpin dedominasi Gereja, Gembala Sidang jemaat, mari kita mendukung pprotokoler kesehatan.

Kita bekerja dari rumah, ibadah dari rumah dan belajar dari rumah. Rumah harus menjadi pusat dari segalanya, karena didalam firman Tuhan, dikatakan semua memulai dari rumah.

Rumah harus menjadi tempat untuk menyembah Tuhan, untuk berdoa, untuk bersekutu sebab jika dari rumah kita tidak sehat maka kita tidak mungkin jadi berkat di luar [di masyarakat].

Dari kondisi seperti ini, umaat diminta belajar untuk mengekang diri, belajar untuk menjaga diri kita, harus sadar bahwa kita tidak boleh jadi dampak yang tidak baik bagi orang lain.

Selain itu, Ketua PGPP Provinsi Papua Barat ini berharap masalah Covid 19 tidak memicu kepanikan yang berlebihan di masyarakat.

Masyarakat diminta tidak panik, bahkan saling mendiskriminasi atau menstigma mereka yang terpapar Covid 19.

Melainkan harus tetap memberi penguatan, sebab mereka yang terpapar sama dengan penyakit lain jadi sampai dia didiskriminasi, ini waktunya kita saling menguatkan.

Berdoa, kirim SMS, WA sebagai bentuk dukungan semangat kepada mereka yang terpapar agar mereka cepat pulih,"tandasnya.


Berita Terkait