Orang Tua Siswa SD di Pinggiran Kota Manokwari Mengelu Soal Belajar Online

Oleh Redaksi

25 October 2020 09:12 889 VIew

''Nikodemus Pihahey, Kepala Bamuskam Kampung Sairo Distrik Manokwari Utara Kab. Manokwari''

Manokwari, arfaknews - Orang Tua Murid Siswa Sekolah Dasar (SD) di pinggiran Kota Manokwari mengelu soal Belajar Online. 

"Selama ini, anak-anak sekolah tidak belajar aktif, hanya tinggal-tinggal saja," ucap Nikodemus Pihahey, salah satu Orang tua siswa SD di Kampung Sairo Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari, yang ditemui oleh media ini, Sabtu (24/10/2020). 

Pihahey menjelaskan siswa SD di pinggiran kota masih sangat sulit mengoperasikan Gadget untuk belajar online, mereka butuh bimbingan dan penyesuaian belajar online. 

Saat ini anak-anak disuruh ikut belajar online, tapi mereka tidak bisa, belum tahu, jadi hanya main saja. Banyak diantara mereka juga tidak miliki HP [Handphone]. 

Saat gunakan HP hanya bisa membuka permainan tapi kalau buka yang online itu tidak bisa, ditambah lagi sinyal kurang bagus,katanya.

Kami harap ada kebijakan belajar tatap muka, tetap jaga jarak biar anak-anak ini bisa ikut belajar dengan baik,"harap Pihahey. 

Selain  itu, Pihahey menambahkan sejak Maret hingga Oktober 2020, masyarakat di Kampung Sairo belum menerima bantuan Sembako dari pemerintah baik bantuan dari Pemda maupun dari Pemerintah Provinsi. 

Waktu itu ada seorang angggota dewan yang menemui kami, meminta masyarakat memasukan nama-nama tapi sampai sekrang belum disalurkan. 

Kemarin, [bulan lalu] dia datang lagi, minta daftar yang sama, katanya  bantuan bama akan salurkan melalui Gereja tapi sampai sekarang belum ada," jalas Kepala Bamuskam Kampung Sairo ini. 

Dia berharap bantuan sembako harus dibagi merata ke semua kampung-kampung agar mereka yang tidak diakomodir lewat bantuan Dana Desa, bisa mendapatkan melalui bantuan Pemda atau Pemprov. 

Jumlah Kepala Keluarga (KK) di Kampung Sairo sebanyak 80 KK, sekitar 200 jiwa Penduduk,"tandasnya.


Berita Terkait