Bawaslu Diminta Awasi Oknum Penyebar Isu SARA Di Sosmed Jelang Pilkada

Oleh Redaksi

13 November 2020 21:12 480 VIew

''Daud Indouw, salah satu Intelektual Suku Arfak Di Manokwari''

Manokwari, arfaknews - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Manokwari diminta awasi narasi - narasi barbau SARA yang dimainkan oleh oknum - oknum tidak bertanggung jawab di Sosial Media. 

Hal itu disampaikan oleh Daud Indouw, salah satu Intelektual Arfak yang diminta keterangan oleh Media ini, Jumaat 13 November 2020.

Menurut Daud, Isu agama sangat sensitif, menjelang pemilihan Kepala Daerah Kabupaten  Manokwari pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. 

"Saya minta Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Manokwari untuk melacak sosial media, Facebook, dari oknum - oknum yang suka menebar isu SARA menjelang Pilkada,"ujar Daud. 

Pasalnya, oknum - oknum tersebut mencoba mengacaukan kerukunan dan Keharmonisan umat beragama di Manokwari. 

Disisi lain, Daud juga berharap masyarakat Manokwari tidak termakan isu Agama yang dimainkan oleh oknum tertentu untuk memecahbela kerukunan umat beragama dengan tujuan meraup dukungan suara. 

Sudah tentu masyarakat jauh memahami bahkan bisa mencerna kehidupan umat beragama di Kota Manokwari sejauh ini, dimana tumbuh kembang dan hidup berdampingan antara Umat beragama selama ini tidak ada persoalan.

"Saya minta masyarakat, agar ketika mengetahui ada yang memprovokasi masyarakat dengan Isu Agama dalam Kampanye, tolong di rekam atau di video kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib" Kata Daud

Sebab menurutnya, sebagai Paslon Bupati maupun tim pemenangan, seharusnya saat menemui warga, yang di sampaikan adalah program kerja jangka pendek maupun jangka panjang jika terpilih, bukan merusak masyarakat dengan menebar masalah SARA.

"Terwujudnya zona damai di Manokwari itukan peran serta umat beragama di Manokwari, terutama dua Agama yang paling besar yakni Nasrani dan Muslim" kata Daud Indou.

Bahkan menurutnya Manokwari Papua Barat sampai saat ini menjadi contoh keberagaman Umat Beragama bagi Daerah lain.

"Adanya zona damai di Papua Barat lebih khusus Manokwari, saya minta kepada Masyarakat terutama dalam momentum pilkada ini agar terima siapapun yang datang dan menyampaikan visi misi program kerja" jelasnya.

Daud juga menyampaikan bahwa, momen Pilkada Tahun 2020 ini adalah ajang memilih Kepala Daerah, bukan  memilih Pendeta atau Ustad.

"Jangan sampai masyarakat menerima informasi yang tidak benar bahwa jika nanti Paslon si A atau Paslon si B terpilih jadi Bupati akan ada pelarangan ini dan itu, hal itu sudah basih dan jangan percaya" tegasnya.

Sesungguhnya, kata Indou setiap pemimpin yang akan terpilih pasti memiliki hati kepada semua pihak, termasuk semua Agama.

"Ketika ada narasi-narasi yang di munculkan  oleh oknum - oknum tidak bertanggung jawab di Facebook atau sosial media terkait dengan masalah agama dalam Pilkada, saya pikir orang-orang seperti itulah yang tidak baik, artinya dia bisa munculkan ide itu berarti dari dia" tuturnya.

Daud mengajak warga agar melihat dua figur Calon Bupati dan Wakil Bupati Manokwari berdasarkan program kerja yang menyentuh, menjawab kebutuhan  masyarakat kedepan, harapnya


Berita Terkait