Polda Papua Barat Ungkap Jaringan Penjualan Senjata Api Illegal Asal Filipina

Oleh Redaksi

17 November 2020 12:12 755 VIew

''Kapolda Papua Barat beserta jajarannya saat memberikan rilis terkait pengungkapan jaringan penjualan senjata api illegal asa filipina''

Manokwari arfaknews - Aparat Reskrim Khusus Polda Papua Barat,  mengungkap kasus jaringan peredaran enam pucuk senjata api illegal jenis pistol beserta 49 amunisi berasal dari negara Filipina

Penangkapan sindikat jaraingan senjata api illegal ini, berawal dari laporan masyarakat adanya senjata api bakal masuk ke wilayah Manokwari untuk diperjual belikan.

Setelah melakukan penulusuran, Polisi berhasil menangkap dua tersangka berinisial SM dan KM, dimana keduanya ditangkap di Manokwar, Selasa 03 November 2020, sekitar pukul 06.00 wit, di kompleks TNI AL atau dekat PLTD Manokwari.

Sementara pelaku lainnya yakni berinisal RB, merupakan seorang perempuan dan ibu rumah tangga, ditangkap aparat kepolisian bersama anaknya yang dijadikan saksi, saat tiba di Bandara Rendani Manokwari, usai melakukan penerbangan dari Kota Menado, Sulawesi Utara.   

Jaringan penjualan senjata api illegal ini, bermula ketika pelaku Rb memiliki jaringan penjualan senjata api didapatkan dari sesoarang pelaku penjualan senjata api gelap dari negara Filipina, kemudian pelaku menghubungi KS dan MS dan  mengirim senjata itu melalui jalur laut.

Motif pelaku dalam menjual senjata ke para pembeli, digunakan jaga diri maupun mencari keuntungan serta untuk mas kawin adat suku arfak, namun polisi tidak mentolerir alasan tersebut, mengingat dapat menganggu ke stabilan situasi keamanan di Manokwari, khusunya Papua Barat dan Papua, jelang pilkada.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing  mengatakan pengungkapan jaringan penjualan senjata api illegal asal philiphina, dikhawatirkan akan menganggu kestabilan keamanan di wilayah Papua maupun Papua Barat, dimana motif pelaku untuk maraup keuntungan.

Aparat kepolisian terus mendalami motif pelaku penjualan senjata api illegal ini, apakah senjata ini bakal di jual pada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua maupun Papua Barat.

Polda Papua Barat, kini sudah berkordinasi dan membentuk tim dengan satgas Nemangkawi di wilayah Nabire Papua, untuk penangkapan senjata api illegal ini, dimana sebelumnya sudah mengungkap peredaran senjata api laras panjang maupun laras pendek bulan Februari 2020 lalu, namun dengan pelaku yang berbeda dan kini sudah menjalani sidang di Pengadilan Manokwari.

Pihaknya tidak mentolerir penjualan senjata api illegal ini, dimana selain membahayakan warga sipil juga sangat membahayakan petugas keamanan teruatama aparat Kepolisian dan Tni saat menjalankan tugas.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati maupun seumur hidup, sesuai undang-undang darurat tahun 1951, Pasal 1  terkait penggunaan senjata api illegal.


Berita Terkait