SKK Migas Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM di Papua dan Maluku

Oleh Redaksi

17 November 2020 22:12 194 VIew

''Webinar SKK Migas - KKKS Pamalu Mendorong Pertumbuhan Perekonomian di Wilayah Papua dan Maluku''

Jakarta, arfaknews - SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Papua dan Maluku, bersama mitranya Yayasan Kitong Bisa, melaksanakan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) bidang ekonomi secara virtual pada Selasa, 17 November 2020.

Seminar virtual ini mengambil tema “Mengangkat produk - produk UMKM untuk mempersiapkan kemandirian vendor-vendor lokal wilayah Papua dan Maluku Tahun 2020”. 

Pelaksanaan Seminar virtual ini sebagai bentuk dukungan dari Perwakilan SKK Migas Papua dan Maluku untuk mendorong kemandirian produk UMKM lokal.

Diharapkan kedepan vendor-vendor lokal semakin berkembang dan berkompetisi secara positif, dan  berpartisipasi dalam kegiatan hulu migas dengan mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) dan Sumber daya Alam (SDA) yang dimiliki.

Kegiatan Webinar ini menghadirkan 4 pembicara utama yakni Kepala SKK Migas, Dwi Soejipto; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Arifin Tasrif; Menteri Koperasi dan UKM RI, yang diwakili oleh Deputi Pengembangan SDM Kemenko & UKM,  Arif Rahma Hakim, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Let. Jend TNI Doni Munardo.

Dan dilanjutkan dengan materi dari 10 orang pembicara ahli, baik akademisi, praktisi UMKM, termasuk Kepala Perwakilan SKK Migas Papua dan Maluku, Bapak A. Rinto Pudyantoro.

Kepala SKK Migas, Dwi Soejipto dalam sambutannya mengemukakan bahwa SKK Migas bersama KKKS selain melakukan kegiatan rutin operasi hulu migas, juga melakukan sejumlah Program Pengembangan Masyarakat (PPM), yang dibagi dalam 5 bidang Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur dan Ekonomi.

“Program pengembangan masyarakat tersebut, tidak dapat menggantikan peran dan fungsi pemberdayaan – pemberdayaan masyarakat yang terus dilakukan oleh Kementerian / Lembaga serta pemerintah daerah namun tetap mendukung, dari sektor migas seperti saat ini”, ujarnya.

Sebagai penggerak roda perekonomian nasional, SKK Migas menerapkan kebijakan penurunan harga gas untuk mendorong tumbuhnya industri, pelonggaran perpajakan, dan fleksibilitas fiscal term untuk meningkatkan daya tarik investasi migas. 

“Sejalan dengan kebijakan tersebut Industri Hulu Migas pada Juni 2020, telah menyusun sebuah rencana strategis Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 dengan target utama yaitu: mencapai produksi 1 Juta BOPD dan 12 BSCFD pada 2030, mengoptimalkan peningkatan nilai tambah dari kegiatan hulu migas, dan memastikan keberlanjutan lingkungan”, beber Dwi Soejipto.

Dijelaskan Program pengembangan masyarakat merupakan salah satu aplikasi dari tujuan mengoptimalkan peningkatan nilai tambah kegiatan hulu migas. SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) senantiasa berkomitmen terhadap peningkatan kontribusi dalam negeri, baik berupa tenaga kerja lokal maupun vendor lokal.

Karena itu kata Dwi Soetjipto tenaga kerja maupun vendor lokal tersebut harus memiliki kompetensi yang memenuhi persyaratan dan standar hulu migas internasional,harapnya.

Selanjutnya, Menteri ESDM,  Arifin Tasrif meminta KKKS di wilayah Papua dan Maluku dapat membantu masyarakat dan UMKM melalui dana CSR untuk mengembangkan kapasitas putra-putri lokal Papua dan Maluku. 

Arifin menegaskan perlu adanya sosialisasi yang terus-menerus dilakukan agar terjadi penyampaian informasi yang berimbang tentang kegiatan-kegiatan hulu migas.

Selain itu, dia menambahkan  infrastruktur yang memadai juga menjadi kunci agar UMKM di Papua dan Maluku dapat menjadi komptetitif dan produknya dapat bersaing secara nasional, terangnya. 

Selanjutnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Let. Jend TNI Doni Munardo menyampaikan materi mengenai potensi sumber daya alam di Indonesia yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan taraf hidup, dan bersaing di ranah internasional.

Munardo mencontohkan potensi perikanan di blok Masela, dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat sebagai salah satu inkam masa depan jika cadangan Migas mulai terbatas di daerah itu namun masyarakat dapat tetap hidup mandiri tanpa bergantung pada perusahaan migas. 

“Saya yakin UMKM walaupun dalam kondisi pandemi ini tetap bisa produktif. Tetap bisa memberikan andil dengan cara mengoptimalkan potensi lokal”, ujarnya.

Disisi lain, Arif Rahma Hakim, Deputi Pengembangan SDM Kemenko dan UKM yang hadir mewakili Menteri Koperasi dan UKM RI, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Seminar Web bertajuk “Mengangkat produk - produk UMKM untuk mempersiapkan kemandirian vendor-vendor lokal wilayah Papua dan Maluku Tahun 2020”. 

Dia menjelaskan dukungan dari kementrian Koperasi dan UKM dirincikan kedalam enam strategis pengembangan UMKM, yaitu perluasan akses pasar di wilayah Timur; meningkatkan daya saing produk lokal; era pasar digital; pengembangan kewirausahaan dengan membentuk koperasi – koperasi di berbagai sector; akselerasi pembiayaan dan investasi; kemudahaan dan kesempatan untuk memulai usaha serta membuka jaringan untuk memudahkan koordinasi pada setiap sektor.
 
Web seminar ini berlangsung dalam tiga sesi, dengan pembahasan mengenai perjuangan UMKM untuk tetap produktif di tegah pandemi; Kekayaan sumber daya alam Indonesia, baik pertanian, kehutanan dan kelautan yang dapat dijadikan produk UMKM; serta inovasi dan evolusi program-program UMKM untuk menyesuaikan perkembangan masyarakat dari masa ke masa.

Tercatat ada lebih dari 500 orang peserta telah turut mengambil bagian  dalam kegiatan web seminar ini. Para peserta terdiri dari pelaku UMKM, masyarakat umum, aparatur sipil Negara, serta pelajar dan mahasiswa di Papua dan Maluku, dan daerah lainnya di Indonesia.

Kegiatan tersebut telah disaksikan oleh 751 permirsa melalui tayangan live dan rekaman pada tautan youtube dan facebook milik Universitas Advent Indonesia.


Berita Terkait