MOB Mantan Dan Masa Lalu, Satir Cerdas Terhadap Lawan Politik PMK2

Oleh Redaksi

18 November 2020 01:12 528 VIew

''Kampanye Paslon Nomor Urut 2 di Kampung Idut Kabupaten Teluk Bintuni''

Teluk Bintuni, arfaknews - Dalam Berbagai Keesempatan Kampanye terbatas di Kabupaten  Teluk Bintuni, Calon Bupati Nomor urut 02, Ir. Petrus Kasihiw selalu menggunakan cerita Mobil (Anekdot versi Papua) untuk menyindir lawan politiknya. 

Kampanye bersama terbatas yang dihadiri oleh sejumlah suku, yakni Suku Sough, Manado, Toraja, Ambon, serta Jawa dan beberapa suku lainnya. 

Mengakhiri orasinya di Posko Pemenangan Kampung Idut, pada selasa (16/11/2020), Calon Bupati Petrus Kasihiw, menggunakan  Analogi cerita Nenek dan Mantan Pacar. 

Piet sapaan akrab Ir. Petrus Kasihiw,MT melontarkan candaan mengenai seorang kakek yang bercerita tentang masa lalunya kepada istrinya.

Menggunakan dialek Melayu Papua, Piet mulai mengurutkan Satir cerdas ini.  

Teta [Kakek] mencertakan satu persatu para mantan pacarnya kepada istrinya (Nenek). Mulai dari yang suster, PNS hingga gadis Desa. Namun Nenek hanya diam seribu bahasa dan tersenyum mendengar cerita Teta. 

Sedang berbincang - bincang, ada seorang yang Tete [Kakek] yang melewati pekarangan rumah mereka. Nenek meminta Tete untuk mengenal Tete itu. 

"Tete, ko kenal pace yang tadi baru lewat kah?," tanya Nene. Tete menganggukan kepala sambil menjawab " Iyo, saya kenal, itu sa pu mantan sekertaris desa, ketika sa masih menjadi kepala desa,".

Si nenek dengan kalemnya sambil tersenyum: “eh itu sudah lagi," Jawab nenek. Wajah Tete marah dan tak mampu lagi bercakap. 

Disambut tepuk tangan, tawa meriah dari simpatisan dan masyarakat yang hadir dalam kampanye terbatas di Kampung Idut. 

Nenek diibaratkan sebagai Piet Kasihiw dan Matret Kokop (Pasangan petahana), sementara kakek tersebut adalah oknum-oknum yang menjadi lawan politik.

Lawan Politik kerap kali melemparkan hoaks dan fitnahan perihal capaian pembangunan pada pemerintahan sebelum Kepemimpinan Ir Petrus Kasihiw, MT dan Matret Kokop, SH.

Piet dan Matret, menjawab segala macam hoaks dan isu maupun fitnahan dengan menunjukkan bukti pembangunan yang terpampang secara nyata. 

Sedangkan pihak lain, hanya bisa bernostalgia tentang masa lalu yang penuh dengan retorika semata. 

Satir ini merupakan kritik halus kepada oknum - oknum lawan politik yang selalu menggunakan logika Falasi untuk menjatuhkan pasangan PMK2. 

Walaupun ditengah cercaan dan Hoaks, Piet dan Matret tetap tersenyum menjadi politisi santun yang tak pernah melontarkan cercaan. 

Mereka selalu mempresentasikan visi-misi maupun program dan capaiannya  berdasarkan data. Inilah contoh politik yang baik. Contoh berdemokrasi yang benar.


Berita Terkait