Pengungkapan Kasus Covid 19 Di Pegaf Belum Maksimal

Oleh Redaksi

01 December 2020 23:01 413 VIew

''Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan''

Manokwari, arfaknews -Pengungkapan dan pencarian kasus Covid 19 di Kabupaten Pegunungan Arfak  dinilai belum dilakukan secara maksimal. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan menjawab pertanyaan Wartawan, Selasa (1/12/2020). 

"Upaya - upaya pencarian dan penemuan kasus belum dilakukan secara maksimal di Kabupaten Pegungan Arfak. Bisa saja ada kasus dan bisa saja tidak ada kasus disana," ucap Kadis Kesehatan. 

Dia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui gugus tugas Covid 19 beberapa kali telah melakukan tes Rapid  dan Swab di Kabupaten Pegunungan Arfak. 

"Kita sudah pernah laksanakan tes Covid di sana, baik Rapid dan Swab namun dari sampel yang dibawa tidak ada yang positif,"ungkapnya.

Sesuai dengan data Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Papua Barat, hingga Desember 2020 Kabupaten Pegunungan Arfak berada di Zona Hijau (Zero Covid 19).

Disisi lain, Otto mengaku semua daerah miliki potensi terpaparnya Covid 19 termasuk Kabupaten Pegaf. 

Semua daerah miliki potensi, hanya saja upaya - upaya pencarian  dan tes Swab disana masih jarang dilakukan, bahkan belum sampai 10 persen dibawa jumlah penduduk, ungkapnya. 

Selanjutnya, dia mengajak masyarakat di Papua Barat untuk tetap menjaga protokoler Kesehatan. 

Dalam setiap kesempatan Bapak Gubernur selalu sampaikan pesan mencuci tangan, jaga jarak dan pakai Masker serta menghindari kerumunan. 

Sebab penularan Covid 19 masih terus terjadi di masyarakat, karena itu penanganan Protokol kesehatan  agar tidak terjadi ledakan kasus. Kami berharap tidak terjadi ledakan kasus.

Dia mengutarakan beberapa daerah di Papua Barat sudah mulai menurun sementara hanya Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong yang meningkat drastis. 

Kami harap masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan, pakai Masker, jaga jarak dan mencuci tangan serta hindari Kerumunan, guna memutus rantai Covid 19 di Papua Barat, jelasnya. 


Berita Terkait