Berbeda Dengan Hebo, Paslon Smart Bukan Saja Beberkan Janji Tapi Memberikan Jaminan

Oleh Redaksi

08 December 2020 01:02 1217 VIew

''Calon Bupati Manokwari nomor urut 01 Sius Dowansiba dan Rudy Mozes F. Timisela''

Manokwari, arfaknews - Tokoh Masyarakat, Daud Indou mengatakan program smart card adalah solusi yang ditawarkan oleh pasangan Calon Bupati Nomor urut 01 untuk menjawab sejumlah masalah yang dialami masyarakat di Kabupaten Manokwari. 

Pasangan Calon nomor urut 01 tawarkan program smart Card untuk menjawab berbagai keluhan dan masalah yang dialami masyarakat di Manokwari,"ucap Daud (5/12/2020). 

Program pendidikan gratis, kesehatan gratis, bantuan BLT, rumah subsidi, dan bantuan duka cita ditawarkan oleh pasangan Calon Smart untuk menjawab masalah yang dialami masyarakat di Manokwari. 

Menurut Daud, pasangan calon nomor urut 01 tak hanya tawarkan janji politik tapi memberikan jaminan pembangunan bagi masyarakat. 

Paslon Smart tak hanya berjanji, mereka memberikan jaminan bagi masyarakat melalui KTP yang dikumpulkan. Kalau tidak terealisasi, masyarakat punya hak untuk menuntut Bupati Smart. 

Berbeda dengan pasangan Calon nomor urut 02, hanya tahu berjanji, tapi tidak membuat komitmen dengan masyarakat. 

Kalau terpilih nanti, apa jaminan bagi masyarakat atas janji - janji politik mereka. Program pro rakyat saja sudah tidak jelas, apalagi sudah terpilih nanti, tidak ada jaminan bagi masyarakat,"bebernya.

Saya harap masyarakat jeli melihat visi misi pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Manokwari untuk pembangunan 5 tahun kedepan,"ujarnya.

Selain itu, Daud menepis tudingan paslon Hebo soal program smart Card tidak simetris dengan  regulasi nasional. 

Tidak bisa menggunakan analogi Dana Covid 19 untuk memahami visi misi Bupati. Tidak bisa juga menggunakan pemahaman satu Program yang dibiayai oleh Dua OPD. Itu cara berpikir yang keliru,"katanya

Menurut Daud, pemerintah pusat akan mendukung program pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. 

Masalah pendidikan dan kesehatan itu prioritas. Pemerintah pusat akan sangat mendukung jika Bupati berkomitmen untuk memberikan jaminan pendidikan dan kesehata gratis kepada masyarakat. 

Jadi Smart Card hadir untuk menjawab masalah yang belum tercover dalam program Nasional, jelasnya. 

Disisi lain, kata Daud pendidikan dan kesehatan merupakan masalah yang ditekankan dalam UU Nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus Papua. 

Melalui UU Otsus, kepala daerah miliki kewenangan untuk mencari solusi dalam menjawab keluhan dan kebutuhan masyarakat. Terutama soal kesehatan dan pendidikan di Papua. 

Jadi saya pikir, argumen Paslon Hebo soal smart Card tidak simetris dengan  regulasi nasional sangat dangkal. Terkesan menyerang program smart Card tanpa memperhatikan visi misi dan program kerjanya yang tidak jelas, sentilnya. 

Selanjutnya, Daud meminta masyarakat Manokwari menjaga keamanan menjelang pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang. 

Saya mengajak kita bersama menjaga keamanan di Kabupaten Manokwari. Siapapun yang terpilih nanti, adalah Bupati kita bersama,"pungkasnya.


Berita Terkait