Pertemuan Dengan FKUB, Lahirkan Kesepakatan Jelang Nataru, Masalah Miras Jadi Atensi

Oleh Redaksi

24 December 2020 13:01 193 VIew

''Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan''

Manokwari, arfaknews - Polres Manokwari dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) gelar pertamuan mencari solusi bersama dalam menjaga keamanan ditengah perayaan Ibadah Natal dan Tahun Baru, Rabu (23/12/3020). 

Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan mengatakan Forum Kerukunan Lintas beragama baik kerukunan Agama Islam, Budha, Hindu untuk turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan perayaan Ibadah Natal 25 Desember 2020  dan Tahun Baru 1 Januari 2021. 

Hasil kesepakatan dengan Pimpinan denominasi agama Kristen untuk mengatur Jadwal Ibadah Natal secara bertahap.
 "Jam 16.00 - 17.00 WIT dan Jam 18.00 - 19.00 WIT, dan jam 20.00 - 21.00 WIT serta menambah tenda agar mengatur jarak, dan menetapkan protokol kesehatan saat beribadah," bebernya. 

Selain itu kata Kapolres, Forum FKUB juga membahas menjaga keamanan bersama saat ibadah Natal berlangsung. 

"Kita akan tempatkan 5 orang personil di setiap Gereja, ditambah dengan pengamanan Internal dari masing - masing Gereja dan dibantu dengan partisipasi pengamanan dari organisasi Pemuda dan forum Lintas FKUB. 

"Kalau ada orang baru yang mencurigakan patut diwaspadai, serta dilakukan pengukuran suhu tubuh bagi warga Jemaat, diatas 37 derejat Celsius, disarankan untuk isolasi mandiri,"ujarnya sembari menerangkan langkah itu dilakukan bukan untuk membatasi orang Ibadah melainkan mencegah terjadinya hal - hal yang tak diinginkan.

Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu - isu hoaks yang beredar di masyarakat. "Hati - hati dengan isu -isu yang memprovokasi masyarakat," jelasnya. 

Disisi lain forum FKUB juga membahas untuk menangani masalah Sampah, Knalpot Racing, dan Bunyi - bunyian, serta masalah Miras dan Narkoba.

"Petasan dibunyikan setalah jam 24.00 WIT di tanggal 31 Desember jelang tanggal 1 Januari 2021," tuturnya. 

FKUB juga menegaskan masalah Miras dan Narkoba perlu dilakukan pengamanan bersama agar tidak mencemari nama kota Injil.

 "Jangan sampai ada oknum - oknum tertentu yang melakukan tindakan yang kontraproduktif dengan makna kota Injil," jelasnya. 

 


Berita Terkait