Kepala BNN Papua Barat Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Oleh Redaksi

31 December 2020 19:01 142 VIew

''Gambar Kantor BNN ''

Manokwari, arfaknews - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat diminta memprioritaskan tenaga kerja lokal saat merekrut pegawai kontrak (Pegawai Honorer) di lingkungan BNN Provinsi Papua Barat. 

Hal itu disampaikan oleh Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Provinsi Papua Barat, Ronald Mambieuw kepada media ini, Rabu (30/12/2020). 

Ronald menjelaskan, sebagai organisasi kemasyarakatan yang ikut mengawal kebijakan Pemerintah maka Parjal menyarankan agar BNN memprioritaskan tenaga kerja lokal di Papua Barat bukan merekrut tenaga kerja dari luar Papua Barat. 

Pasalnya, secara kultur tenaga kerja lokal mengetahui karakteristik masyarakat Papua di Provinsi Papua Barat. 

Banyak  anak - anak Papua yang pake (gunakan) lem Aibon, fox dan Narkoba sementara BNN belum bekerja maksimal untuk memutus rantai itu. Hal itu dikarenakan minimnya sosialisasi pencegahan di masyarakat. 

Disisi lain, BNN belum sepenuhnya melibatkan tenaga kerja lokal untuk berpartisipasi dalam upaya mencegah bahaya narkotika di masyarakat. 

Sebagai organisasi yang turut aktif kampanye pencegahan Lem Aibon bagi anak - anak Papua, Parlemen Jalanan mendesak Kepala BNN Provinsi Papua Barat untuk merekrut tenaga kerja lokal. 

Tujuannya, agar dengan pendekatan kultural, pendekatan kearifan lokal, mereka (tenaga kerja lokal) mengajak anak - anak pecandu lem aibon, fox dan narkoba untuk berhenti menggunakan zat berbahaya. 

Karena itu Ronald menegaskan, Parlemen Jalanan akan terus mengawal dan membangun komunikasi dengan  BNN untuk bersama mencegah zat adiktif di masyarakat. 

Penglima Parlemen jalanan ini menambahkan, dari informasi yang diperoleh, BNN Provinsi Papua Barat telah melakukan perekrutan tenaga kontrak (Pegawai Honorer) di BNN Papua Barat. 

BNN telah merekrut pegawai Kontrak di lingkungan BNN Papua Barat, namun mereka yang diterima berasal dari luar daerah Papua Barat, bebernya. 

Selanjutnya, media ini masih melakukan upaya - upaya komunikasi dengan  kepala (Plt) BNN Papua Barat untuk mengkonfirmasi hal dimaksud. 


Berita Terkait