Kejati Papua Barat Ringkus Buronan Kasus Korupsi

Oleh redaksi

13 January 2021 21:01 1941 VIew

''Ilustrasi Penangkapan Buronan''

Manokwari arfaknews - Tim Tabur (Tangkap Buron) Kejaksaan Tinggi Papua Barat serta Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Manokwari menangkap dan mengamankan buronan Tindak Pidana Korupsi Rendy Firmansyah Yembise Rahakbauw di Manokwari Papua Barat Rabu, 13 Januari 2021 sekitar pukul 17.10 WIT.

Asisten Intelijen Kejati Papua Barat Rudy Hartono, setelah melakukan pengintaian selama kurang lebih 1 (satu) pekan dan menemukan Terpidana Rendy Firmansyah Yembise Rahakbauw di rumahnya di Reremi, Amban, Distrik Manokwari Barat, Papua Barat,

Dalam penangkapan tim Tabur dibantu anggota Brimob Polda Papua Barat mengamankan Terpidana dari kediamannya ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat, kemudian terpidana lalu dilakukan pemeriksaan, namun hasilnya membenarkan jika tertangkap adalah Rendy Firmansyah Yembise Rahakbauw adalah Terpidana yang masuk dalam dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) perkara dari Kejaksaan Negeri Manokwari.

Berdasarkan Surat Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tingkat Banding pada Pengadilan Tinggi Jayapura Nomor : 25/Pid.Sus-TPK/2017/PT JAP tanggal 11 Desember 2017 terpidana Rendy Firmansyah Yembise Rahakbauw terbukti melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terpidana Rendi Firmansyah Yembise Rahakbauw bersama-sama dengan Harton Malvinas Tapilatu selaku Direktur CV. Talitakum dan Fredy Senga, S.Hut (masing-masing dalam berkas perkara terpisah), pada tanggal 16 Juli 2014 sampai dengan 09 Oktober 2014, bertempat di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian negara.

Akibat perbuatannya terpidana Rendi Firmansyah Yembise Rahakbauw bersama Harton Malvinas Tapilatu dan Fredy Senga, merugikan negara sebesar Rp. 136.090.900,00 (seratus tiga puluh enam juta sembilan puluh ribu sembilan ratus rupiah) sebagaimana Hasil Audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Papua Barat Nomor : SR-511/PW.27/5/2015, tanggal 23 Desember 2015 mengenai Audit dalam rangka Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKPN) atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pekerjaan Pengadaan 1 (satu) unit Rumpon Laut Dalam pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Manokwari TA. 2014.

Usai ditangkap Terpidana lalu dilakukan pemeriksaan kesehatan di RS. Divari Medical Centre Manokwari, dimana dinyatakan sehat selanjutnya Terpidana di eksekusi masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Manokwari untuk menjalani pidana Hukuman tambahan pidana penjara menanti apabila kewajiban membayar uang pengganti tidak dilaksanakan dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan.

Selain itu kejaksaan pun menghimbau ke seluruh DPO Kejaksaan RI untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat aman bagi DPO.


Berita Terkait