Minimnya Saksi Kendala Utama Polisi Ungkap Kasus Kejahatan di Manokwari

Oleh Redaksi

19 January 2021 20:02 1207 VIew

''Gambar ilustrasi tindak kejahatan''

Manokwari arfaknews – Sejumlah kasus tindak pidana belakangan ini kerap terjadi di Manokwari dan sulit diungkap, berupa kasus pembunuhan dan penjabretan hingga membuat warga resah dan khawatir untuk melakukan aktivitas, lantaran minimnya saksi.

Warga lebih memilih bungkam atau tutup mulut, ketika aparat kepolisian memintai keterangannya saat kejadian tindak kejahatan terjadi, bahkan terkesan warga melindungi pelaku kejahatan agar tidak tertangkap.

Kendala inilah dialami aparat kepolisian dari Polres Manokwari dalam mengungkap sejumlah kasus tindak kejahatan cukup meresahkan ini.

Jika ingin Manokwari aman dari tindak kejahatan, maka warga harus pro aktif membantu aparat kepolisian memberikan kesaksian maupun informasi keberadaan pelaku maupun keterangan saat kejadian terjadi.  

Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan Wijaya, ketika di hubungi via ponsel, Selasa (19/01/2021) mengatakan berbagai upaya telah dilakukan aparat kepolisian terkait kasus pembunuhan di pasar Daging Wosi, pembunuhan di Sowi dan penjebretan di pasar Sanggeng disertai penganiayaan yang masih minim saksi.

Masyarakat tidak mau memberikan keterangan dan kesaksiannya, lantaran hal ini sangat berat dilakukan dikarenakan sanksi sosial harus meraka hadapai dari masyarakat itu sendiri, jika memberikan keterangan atau kesaksian ke apparat kepolisian.

Cenderung warga lebih memilih mengomentari serta mengkritik kinerja aparat keamanan di Media Sosial (medsos), dimana informasi diperolehnya hanya segelintir dan belum jelas kebenarannya sebab tanpa melakukan konfrontir ke aparat berwenang, kejadian apa yang telah terjadi,

Masyarkat harus mau menjadi polisi bagi dirinya sendiri dengan cara memberikan kesaksian, serta tidak memberikan peluang dan niat orang disekitar lingkungannya untuk bisa melakukan Tindak kejahatan.

Selain itu sejumlah kasus kejahatan lain juga merasahkan warga Manokwari saat ini yakni pencurian, Narkoba dan penganiayaan, ungkapnya.

 


Berita Terkait