BKAG Minta Gelar Anak Adat Nababan Dicabut

Oleh Redaksi

28 January 2021 01:02 299 VIew

''BKAG Saat Jumpa Pers''

Manokwari, arfaknews - Koordinator Sekertariat Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Manokwari, Papua Barat, Ev.Charles Rumaikewi minta agar penobatan anak adat Papua kepada Ambrocius Nababan pasca pileg tahun 2019 lalu agar ditarik kembali oleh salah satu suku di Jayapura, Papua. 

Alasan itu dikemukakannya dalam menanggapi postingan Ambrosius Nababan kepada Natalius Pigai yang dinilai mengandung unsur rasis yang menodai adat istiadat Papua.

Harusnya sebagai anak adat, Ambrosius menjunjung nilai - !nilai adat, akan tetapi justru sekarang yang bersangkutan (Ambrosius Nababan) sudah membalik fakta dengan menghina orang Papua melalui postingannya.

Pasalnya, postingan Ambrocius Nababan menyandingkan foto mantan komisioner Komnas HAM Natalius dengan gambar Gorila telah menghina Natalius Pigai yang adalah anak Asli Papua.  

“Kami minta kepada suku Papua yang waktu pileg angkat Ambrocius Nababan sebagai anak adat Papua untuk ditarik kembali gelar sebab sudah merusak nama baik kami orang Papua. Padahal kalau sudah dikukuhkan sebagai anak adat Papua sudah tahu tentang adat Papua, namun justru mengihina dengan ungkapan rasisme” sebut Rumaikewi saat jumpa wartawan, Selasa (26/1). 

Menurut BKAG Manokwari bahwa kata permohonan maaf yang disampaikan Ambrocius Nababan tidak akan menyelesaikan persoalan rasisme. 

Ditambahkan secara tegas oleh Ketua Umum BKAG Manokwari Pdt Hugo Warpur, MTh bahwa proses hukum harus ditegakan agar memberikan efek jera kepada Ambrocius Nababan dan kedepannya tak ada lagi kata rasisme kepada orang asli Papua.

Untuk diketahui bahwa Ambrocius Nababan merupakan mantan gagal caleg DPR RI yang maju di dapil Papua tahun 2019 lalu, namun gagal lolos ke senayan. 

Rekam jejaknya Ambrocius Nababan juga pernah dua kali gagal caleg masuk ke senayan pada tahun 2009-2014 dan 2014-2019. Lalu gagal ke senayan lagi pada tahun 2019 di dapil Papua. 


Berita Terkait