Polisi Gagalkan Penyelundupan Dua Pucuk Senjata Api dan Ratusan Peluru Illegal

Oleh Redaksi

11 February 2021 19:04 2924 VIew

''Sat Reskrim Polres Teluk Bintuni usai menangkap pelaku perdagangan senjata api dan peluru illegal''

Teluk Bintuni arfaknews - Satuan Reskrim Polres Teluk Bintuni bersama Reskrim Polda Papua Barat, meringkus seorang pelaku berinisial WT ( 24 tahun), warga Kabupaten Nabire, Papua, kedapatan membawa dua pucuk senjata api pistol jenis revolper dan senjata api laras panjang rakitan, serta 600 ratus butir peluru ukuran 5,56 MM untuk senjata laras panjang dan 7 butir peluru untuk pistol jenis revolper.

Penangkapan pelaku ini terjadi Rabu (10/02/2021) di jalan poros Manokwari - Teluk Bintuni, berkat informasi dari warga masyarakat melaporkan, jika ada sesorang membawa dua pucuk senjata dan ratusan butir peluru berada di pasar Sentral Teluk Bintuni.

Mendapatkan informasi tersebut, aparat kepolisian dari Reskrim Polres Teluk Bintuni dan Polda Papua Barat, langsung menuju ke tempat yang dimaksud, namun keberadaan pelaku sudah tidak ada di tempat dan berangkat menggunakan mobil.

Polisi pun lalu melakukan pengejaran dan berhasil mendapatkan pelaku dan kendaraan toyota Hilux warna putih yang digunakan pelaku di jalan poros Manokwari - Teluk Bintuni.

Saat dilakukan penggeledah, Polisi mendapatkan dua pucuk senjata api, satu senjata api laras panjang rakitan dan satu pucuk senjata api pistol jenis revolver, serta ratusan butir peluru terbungkus karton yang dilapisi lakban warna kuning.  

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hans Rahmatullah Irawan, mengatakan penangkapan pelaku berinisial WT (34 tahun) atas laporan masyarakat adanya jual beli senjata api dan ratusan butir peluru, dimana di teluk bintuni pelaku berencana bakal dijadikan pos perlintasan dari peredaran serta jula beli senjata api illegal.

Terkait penangkapan ini, polisi masih terus mendalami aksi jual beli senjata api dan ratusan butir peluru, serta motif pelaku memperdagangkan senjata api dan puluru illegal, serta mau di jual pada siapa dan dimana, polisi masih terus didalam Satuan Reskrim Polres Manokwari dan Polda Papua Barat.

Tertangkapnya pelaku yang hendak menyelundupkan serta memperdagangkan senjata api dan ratusan peluru illegal hingga terungkap, pihak kepolisian akan bekerjasama dengan TNI untuk mengungkap jaringan yang terlibat di dalamnya.

Masyarakat diminta agar memberikan informasi pada pihak Polisi serta TNI, terkait perdagangan senjata di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni.

Dihimbau pada masyarakat Teluk Bintuni, untuk meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan hal yang mencurigakan, jika menemukannya agar segera melaporkan ke pihak kepolisian terdekat atau ke Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Koramil terdekat, dimana ketika ada informasi seperti ini akan cepat ditangani pihak keamanan. Kata Hans

Akibat perbuatannya tersangka dijerat undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman paling rendah 20 tahun penjara, terkait perdagangan senjata api dan peluru.

 

  

 

 


Berita Terkait