Berujung Pengeroyokan Usai Demo di Kantor Gubernur Papua Barat

Oleh Redaksi

18 February 2021 11:04 2027 VIew

''Surat Aduan Laporan Polisi ''

Manokwari, arfaknews -  Ketua Dewan Adat Papua Daerah Sorong Selatan bersama ke empat rekannya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Manokwari, Rabu malam (17/2/2021) sekitar 23.30 WIT. 

Mereka membuat aduan polisi nomor LP/97/II/Papua Barat/ Res Manokwari, atas dugaan aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh terlapor Erik Sesa.Cs kepada George R. Konjol dan keempat rekannya, Timotius Daud Yelimolo, Abinadab dan Nomensen di salah satu Asrama Mahasiswa yang beralamat Amban Manokwari, Rabu (17/2/2020), sekitar 21.20 WIT.

Ketua Dewan Adat Papua Daerah Sorong Selatan, George R. Konjol lalu menceritakan aksi pengeroyokan dilakukan oleh 10 hingga 20 orang. 

Pas kita didalam [Asrama] mereka datang, awalnya kita pikir mau bicara baik - baik, namun saya  dan beberapa teman dikeroyok oleh 10 hingga 20 orang. 

"Ada yang gunakan Batu, Besi dan Parang untuk memukul kami. Saya sendiri dipukul dengan Besi dari otak belakang. Saya langsung lari amankan diri"ujarnya lagi. 

George lalu menunjukan sejumlah luka lebam dan memar ditubuhnya sebagai bukti pengeroyokan. 

George menduga Pengeroyokan itu dilakukan  karena aksi demo damai yang digelar oleh mahasiswa di Kantor Gubernur Provinsi Papua Barat mengkritik Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atas pelayanan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sorong Selatan, rabu pagi (17/2/2021).

"Sebagai tokoh masyarakat, saya merasa peduli atas aspirasi yang disuarakan oleh adik - adik Mahasiswa, sehingga kami hadir bersama mereka," bebernya. 

Saya sangat menyesal aksi pengeroyokan yang dilakukan  oleh saudara - saudara Binasket, seharusnya kita bicara baik - baik, bukan main hakim sendiri. Aksi demo Damai itu kan bagian dari demokrasi dalam menyuarakan aspirasi rakyat,"jelasnya.


Berita Terkait