KONI Papua Barat Gantikan Pelatih Tim Sepak Bola Wanita Ditengah Konflik Internal Asprov

Oleh Redaksi

26 February 2021 00:04 899 VIew

''Ketua Harian KONI Papua Barat, Daud Indouw,SH''

Manokwari, arfaknews – Komite Nasional Olahraga Indonesia Provinsi Papua Barat mengambil langkah dalam menyalamatkan atlit tim sepak bola wanita (Galanita) ditengah konflik internal Pengurus Asprov PSSI Provinsi Papua Barat.

“Hari ini kami (KONI) ambil langkah untuk menyelamatkan atlit,” ucap ketua harian KONI Daud Indouw sembari menjelaskan bahwa tindakan itu diambil sebagai solusi dalam menengahi konflik internal dalam tubuh Asprov PSSI Provinsi Papua Barat, terang Daud usai  memimpin rapat bersama pengurus Asprov di Kantor KONI Papua Barat, Kamis (25/2/2021).

Daud menjelaskan, para atlit seharusnya sudah mengikuti medical chek up untuk mempersiapkan diri mengikuti tahapan Pemusatan Latihan (Treaning Center) namun hanya tim sepak bola Wanita (Galanita) yang belum mengikuti tahapan medical Chek up.

Tim monev (Monitoring dan Evaluasi) sudah mengirim surat seminggu sebelum pelaksanaan Medical chek up kepada semua cabor yang lolos ke BP PON agar para atlit mengikuti tahapan medical chek up namun hanya galanita yang tidak ikut. Baik medical chekup di Manokwari maupun Sorong. Para atlit dilarang oleh pelatihnya untuk tidak mengikuti medical chekup,”ungkapnya.

Karena itu, kami  KONI menilai seakan – akan pelatih merangkap semua, baik manajemen dan mengatur atlitnya. Semua diatur oleh pelatih, bahkan surat – surat masuk yang dikirim ke KONI tidak melalui Asprov Papua Barat, tapi inisiatif pelatih. KONI menilai bahwa tindakan pelatih sudah overlating,  mengambil ahli tanpa melalui Asprov.

Kami menilai jika hal ini dibiarkan maka berdampak pada atlit, bahkan berpotensi atlit gagal mengikuti tahapan BP PON. Maka melalui rapat tersebut, KONI mengambil ahli para atlit Galanita.

“Nanti KONI akan tunjuk siapa pelatihnya, sebab jika kita berikan waktu lagi kepada asprov maka kapan akan selesai persoalan ini, sebab pelatih dan pengurus tidak pernah sejalan,”bebernya.

Disisi lain, Daud menjelaskan hingga kini, para atlit sudah menjadi kewenangan KONI. Saat ini atli menjadi kewenangan KONI, bukan kewenangan Pengprov lagi. Karena itu, KONI mengambil langkah untuk menyelamatkan para atlit yang sudah lolos masuk dalam BP PON.

Sementara masalah asprov dengan pelatihnya, Kata Daud itu urusan internal asprov, bukan kewenangan KONI. “Melalui rapat ini, kami telah memutuskan untuk mecari pelatih yang baru demi menyelamatkan atlit dalam tahapan BP PON. Namun jika para atlit juga berisi keras untuk tidak mau ikut tahapan maka ada solusi alternatif yang akan diambil untuk menggantikan atlit”jelasnya.

Daud menambahkan, KONI akan mencari pelatih baru yang memiliki lisensi sesuai dengan standar BP PON. Setelah KONI tunjuk pelatih, kami menyurati asprov sekaligus mengikuti tahapan medical chekup agar mempersiapkan diri untuk mengikuti Pemusatan Latihan,”tukasnya.

 


Berita Terkait