BINASKET Didesak Selesaikan Kasus Dugaan Pengeroyokan Di Amban

Oleh Redaksi

28 February 2021 11:04 1027 VIew

''Keluarga Korban, Jhon Konjol''

Manokwari, arfaknews - Keluarga Korban desak pihak Adat Tehit segera mengambil langkah menyelesaikan dugaan kasus pengeroyokan yang menimpa 3 aktivis pemuda Mahasiswa Sorong Selatan dan Ketua Dewan Adat Papua Daerah Sorong Selatan di Asrama Mahasiswa Sorong Selatan pada Selasa 16 Februari 2021 lalu. 

"Setalah mendengar informasi di Teminabuan, kami keluarga tidak terima sehingga kami berangkat dari sana kesini untuk selesaikan masalah secara adat,"ucap Keluarga Korban Jhon Konjol kepada Wartawan, Sabtu (28/2/2021). 

Jhon menjelaskan berdasarkan informasi yang diterima bahwa masalah tersebut akan diselesaikan di kantor Dewan Adat Papua wilayah III Doberay pada kamis 25 Februari Kemarin. 

Sesuai dengan undangan, masalah tersebut akan diselesaikan pada Kamis kemarin, namun  Binasket menyurat kami lagi bahwa masalah sudah ditarik dari Dewan Adat Papua, dan akan diselesaikan di Binmas Polres Manokwari. 

Sebagai pihak korban, kami kecewa dengan sikap Binasket Manokwari, sebab kami datang jauh - jauh untuk selesaikan masalah, namun hingga kini belum ada kejelasan tanggal dan waktu penyelesaian. 

"Keluarga kesal dengan sikap Binasket Kabupaten Manokwari. Kami beri waktu sampai hari senin (1/3/2021), jika Binasket tidak merespon, kami akan tuntut nama baik, dan melakukan langkah - langkah Adat dalam menyelesaikan masalah ini,"tegas Jhon

Jhon berharap Binasket sebagai kerukunan anak - anak Adat Tehit seharusnya independen dalam menengahi konflik anak - anak Tehit, sebab mereka semua merupakan  anak -anak Tehit.

Kami desak Binasket segera ambil langkah. Namun jika masalah ini tidak diselesaikan maka akan berdampak luas hingga ke Sorong Selatan. 

Senada, James Kondjol menambahkan bahwa Binasket mencabut masalah dari Dewan Adat dengan beralasan bahwa persolan tersebut merupakan masalah internal anak -anak Tehit sehingga harus diselesaikan dalam Adat Tehit. Mereka juga beralasan soal jaminan keamanan saat penyelesaian masalah. 

Yang jelas kata James, keluarga Korban sangat menghargai nilai - nilai Adat sehingga keluarga mau duduk bersama dalam menyelesaikan masalah tersebut secara Adat. 

Kami  tahu bahwa para pelaku juga adalah anak Adat, jadi mereka pasti akan mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini secara Adat. Mari tunjukan diri kalau kalian adalah anak Adat, bebernya. 

Sementara, Korban Timotius Daud Yelimolo menambahkan bahwa proses penyelesaian  secara Adat dilakukan dan proses penyelesaian secara hukum positif juga mesti dilakukan oleh aparat penegak hukum. 

"Sama - sama jalan, baik proses penyelesaian secara Adat, maupun  secara hukum," singkatnya. 

Selanjutnya Eric Sesa, Sekretaris Badan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Besar Suku Tehit (Binasket) yang dikonfirmasi membenarkan bahwa masalah tersebut telah dicabut dari Dewan Adat Papua. 

Ia masalah telah dicabut dari DAP, dan kami telah meminta Binmas Polres Manokwari untuk memfasilitasi menyelesaikan masalah ini. Selanjutnya Erick enggan berkomentar soal tanggal dan waktu penyelesaian. 

 


Berita Terkait