Atlit Galanita PB Ancam Tidak Ikut PON XX, KONI Ambil Langkah Tengahi Konflik

Oleh Redaksi

02 March 2021 22:04 955 VIew

''Pertemuan antara Pengurus KONI, Asprov, Atlit Galanita dan Orang Tua (Wali) Atlit''

Manokwari, arfaknews - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat menggelar pertemuan dengan para Atlit Galanita dan Para Wali Atlit, serta Pengurus Asprov dan Asisten Pelatih di Kantor KONI Papua Barat, Selasa (2/3/2021). 

Dalam pertemuan itu, KONI menanggapi surat para atlit yang dikirim ke KONI tertanggal 1 Maret 2021 tentang protes para atlit Galanita yang mengancam akan mengundurkan diri dari PON XX, jika terjadi pergantian Pelatih Kepala Cabang Olahraga Sepak Bola Galanita, Aples Tecuari. 

Ketua Harian KONI Papua Barat, Daud Indouw menjelaskan, KONI menggelar pertemuan dengan Asprov PSSI untuk mencari solusi atas konflik internal antar pengurus Asprov dan Pelatih Kepala. 

Pasalnya, antara Pengurus Asprov PSSI Papua Barat dan Pelatih Kepala, Aples Tecuari tidak sejalan dalam mengurus para Atlit. Sementara tanggal 15 Maret 2021 sudah penutupan penginputan data di PB PON. Namun, data dari Galanita belum beres, masih terjadi perubahan - perubahan. 

Nama - nama atlit yang dikirim dari Asprov berbeda dengan surat yang dikirim dari Pelatih Kepala. Kami (KONI) bingung dengan kekisruhan yang terjadi dalam tubuh Asprov PSSI Papua Barat.  

KONI semata - mata tidak berprasangka negatif baik terhadap Pengurus Asprov maupun Pelatih, bahkan tidak ingin mencampuri masalah internal rumah tangga Asprov.
 
"KONI sama sekali tidak mencampuri urusan Internal Asprov PSSI. Bahkan kami menyampaikan terima kasih kepada Asprov maupun Official dan pelatih yang telah mengantarkan Tim Galanita tembus PON XX," tuturnya. 

Namun hingga kini konflik internal belum selesai, padahal KONI telah menyurati Asprov untuk menyelesaikan konflik internal sebab secara administrasi terjadi simpangsiur data yang dikirim ke KONI. 

"Data dari Asprov lain, dan data dari Palatih lain sementara tahapan PB PON sudah berjalan. Tanggal 15 sudah close penginputan,"bebernya.

Karena itu, KONI menggelar pertemuan, mengambil langkah untuk menyelamatkan atlit dari konflik internal Asprov agar sesegera mungkin menginput data atlit dalam tahapan PB PON. Sebab  jika dibiarkan para atlit tidak masuk dalam PB PON dan secara Otomatis Tim Galanita tidak ikut PON XX. 

Selain itu, Daud juga menanggapi  desakan atlit untuk meminta KONI tatap mempertahankan Aples Tecuari sebagai Pelatih Tim Galanita Papua Barat. 

"Persoalan  mempertahankan pelatih Aples atau tidak adalah kewenangan Asprov bukan kewenangan KONI.  Sebab, Aples ditugaskan (SK) dari Asprov bukan dari KONI. Jadi bagian itu bukan Kewenangan KONI. Namun, melihat persoalan ini cukup rumit, maka dalam waktu dekat kami akan menggelar pertemuan dengan pengurus Asprov lagi untuk mencari solusi terbaik. 

Saya berharap apapun hasil yang diputuskan dalam pertemuan itu, harus diterima. Entah mempertahankan Pelatih Aples atau mengganti, harus diterima. Jika diganti, tentu yang harus memiliki lisensi. Namun  jika  kebijakan  KONI tidak diterima oleh Atlit maka KONI akan ambil langkah tegas. Tujuannya agar Cabor Galanita tetap masuk dalam PON XX. 

Selanjutnya, Daud mengharapkan khalayak publik dan orang tua Atlit tidak berprasangka negatif terhadap langkah KONI. 

"Jangan publik menilai buruk, KONI mengambil langkah untuk menyelamatkan atlit, bukan menggagalkan mereka,"ujarnya.

"Kami juga minta para atlit tidak terprovokasi dengan konflik Internal Asprov PSSI bersama Pelatih Kepala, Aples Tecuari,"harapnya.

Sekarang tahapnya di Medical Chekup, dan tes VO2 Max maka diharapkan partisipasi dan dukungan para atlit untuk mengikuti tahapan. 

Saya harap atlit tetap di lapangan, jangan campuri urusan manajemen Asprov. Ada persoalan administratif yang membuat KONI ambil langkah untuk menengahi konflik agar menyelamatkan atlit untuk mengikuti tahapan PB PON.

Soal siapa yang menjadi pelatih nanti secara kelembagaan KONI akan menyurat Asprov untuk mencari solusi,"tukasnya.


Berita Terkait