Harga Cabai di Manokwari Merangkak Naik, Pedagang Merugi

Oleh Redaksi

16 March 2021 01:10 2025 VIew

''Tanaman cabai''

Manokwari arfaknews - Dimasa Pendemi Covid 19, harga cabai di Manokwari,  mulai merangkak naik, akibatnya sejumlah pedagang pun merugi.

kerugian dialami pedagang cabai di sejumlah pasar di manokwari, lantaran sepi pembeli.

Mahalnya harga cabai lokal ini, diduga akibat cuaca buruk yang menerjang manokwari beberap hari belakangan ini.

Selain itu pandemi covid 19 yang tidak tau kapan berakhirnya. Menambah minat pembeli berkunjung ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur mereka.

Akibat kenaikan harga cabai ini, sejumlah pedagang merugi, mengingat cabai atau disebut juga rica ini, hanya mampu bertahan hingga dua hari kedepan.

Para pedagang membeli dari petani perembernya mencapai 600 ribu, dimana dalam satu ember cabai beratnya hingga 13 kilogram, sehingga pedagang terpaksa harus menaikkan harga cabi menjadi 80 ribu perkilgram, dimana sebelumnya mereka jual dengan harga 60 ribu perkilogram.

Seorang Pedagang Pasar Wosi, Dahlia, Senin (15/03/2021) pengambilan cabai lokal dari petani dibeli dengan harga 60 ribu perkilogram, lalu dijualnya 80 ribu perkilogram, namun dimasa pendemi covid 19 ini menambah derita para pedagang akibat sepi pembeli, ungkapnya.

Selain cabai kecil, sejumlah pedagang lainnya pun merugi, akibat sepi pemebeli dimasa pendemi sekarang ini.

Diperkirakan kedepannya harga cabai terus melonjak mengingat cabai yang mereka jual masih cabai lokal dan belum adanya cabai dari luar Papua Barat masuk ke Manokwari.

 

 

 


Berita Terkait