Fakultas Kedokteran Unipa Terus Lakukan Pembenahan Menuju Kampus Berdaya Saing

Oleh Redaksi

26 March 2021 00:09 2770 VIew

''Fakultas Kedokteran Unipa/Sumber Foto : Sosial Media''

Manokwari, arfaknews -  Fakultas Kedokteran Universitas Papua terus melakukan pembenahan – pembenahan baik dari aspek sumber daya manusia maupun dari aspek sarana - prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Papua yang berlokasi di Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat.

Pelaksana Tugas Pejabat Dekan Fakultas Kedokteran Unipa, Dr. Sepus M. Fatem mengatakan dimasa kepemimpinan Rektor Dr. Mecky Sagrim telah melanjutkan pengembangan Fakultas kedokteran, baik dari aspek SDM maupun pengembangan sarana- prasarana penunjung pembelajaran termasuk Senat Fakultas Kedokteran.

Dalam masa kepemimpinan Bapak Rektor Dr. Mecky Sagrim,  pada tahun 2020  kami telah melakukan raker, dan lokakarya untuk menyusun dokumen – dokumen akademik dan non akademik Fakultas Kedokteran.

Hingga kini, Kata  Fatem Fakultas Kedokteran Unipa telah diakreditasi secara daring, sementara pihaknya masih menunggu dilakukan akreditasi secara luring. Dia berharap status akreditasi FK berubah dari akreditasi C ke B melalui pembenahan - pembenahan yang telah dikerjakan pihaknya.

Selain itu, Senat FK telah menyusun dokumen perencanaan jangka panjang untuk pembangunan Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit, Sport Center, Gedung Kuliah, Dekanat, Laboratorium, Rumah Dosen,  dan sarana – prasarana lainnya.

 “Dokumen perencanaan  telah dipresentasikan dan masih menunggu Datail Enginering Desain disusun, setalah itu barulah projek pembangunan fisik dekanat kedokteran dikerjakan,”kata Fatem.

Selanjutnya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unipa  dan juga sebagai Pelaksana Tugas Pejabat Dekan Fakultas Kedokteran ini mengungkap Dirjen DIKTI akan mengunjungi Senat Fakultas Kedokteran Unipa pada 27 Maret 2021 mendatang.

“Dalam pertemuan ini ada beberapa agenda yang akan kami sampaikan salah satunya adalah meminta dukungan untuk pengembangan SDM terkait tenaga pendidikan, Labora dan Dosen di Fakultas Kedokteran Unipa,”ujarnya.

Dia menjelaskan, dukungan SDM menjadi salah satu hal penting dalam menunjang kegiatan belajar – mengajar di Fakultas Kedokteran Unipa, pasalnya hingga kini jumlah dosen dan mahaswa sangat tidak sebanding. “Dosen berjumlah 13 orang sementara mahasiswa berjumlah 400 orang terhitung dari angkatan tahun 2016 – 2020,”ungkapnya.

Sementara, mahasiswa kedokteran angkatan tahun 2014 dan 2015 berjumlah 61 orang sudah wisuda dan telah mengikuti Coasistensi Profesi di Rumah Sakit Kota Sorong maupun Kabupaten Sorong.

SDM FK Unipa akan menjadi salah satu usulan kepada Bapak Dirjen Dikti. Sebab untuk memenuhi itu,  FK telah mengirim seorang staf untuk melanjutkan S1 di UI dan seorang dosen untuk mengambil S3 di Universitas Padjajaran Bandung. Sedangkan tahun ini tambahan dua tenaga dosen lagi yang talah menyelesaikan studi di UI dan UGM,  mereka sudah bisa membantu dalam pengelolahan akademik.

Selain itu, pihaknya juga telah merekrut tiga dokter sebagai dosen kontrak dan tiga tenaga kependidikan.  Setalah direkurut mereka mengabdi dan akan didorong untuk mengambil studi lanjut. Setalah itu, akan ditetapkan menjadi dosen non PNS hingga diusulkan sebagai dosen PNS. Intinya, dalam menjawab SDM FK Unipa, setiap tahun kami mengirim dua orang untuk studi lanjut, baik dosen maupun tenaga pendidikan.

Disisi lain, Fatem menjelaskan pihaknya sedang berupaya  agar  Dekanat harus berdiri dalam tahun ini guna menunjang kegiatan akademik FK Unipa.

Selanjutnya, Wakil Rektor I ini mengatakan secara kelembagaan Fakultas Kedokteran Unipa tidak membangun kerja sama lagi dengan Universitas Indonesia namun secara personal, pihaknya masih membangun komunikasi. Sekarang FK Unipa dibimbing oleh Asosiasi Pendidikan Dokter Wilayah VI (AIPKI).

“Kita dibina, diasu oleh UNAS, UNSRAT,UN Makasar, UNPATI dan beberpa Perguruan Tinggi di wilayah timur Indonesia. Jadi sementara dengan UI sudah tidak ada secara institusi tetapi secara person masih terus ada komunikasi sebab mereka adalah institusi awal yang membina FK Unipa,”ungkapnya.

Selain itu, Pelaksana Tugas Pejabat Dekan Fakultas Kedokteran ini mengatakan sejak tahun 2018 hingga kini, Pemprov Papua Barat selalu memberikan dukungan Anggaran melalui Dana Hibah yang bersumber dari dana Otsus sebesar 24 Milyar untuk mendukung kegiatan akademik maupun non akademik di Fakultas Kedokteran Unipa.

Melalui dukungan anggaran tersebut, setiap tahun Fakultas Kedokteran menerima 2 orang Mahasiswa OAP dari setiap daerah untuk masuk dalam jatah Affirmasi Otonomi Khusus yang diseleksi secara offline.

Jadi dari total kuota yang diterima sebanyak 50 orang untuk tahun ini, minimal kuota Affirmasi OAP sebanyak 42 orang, sementara kuota sisanya akan diberikan kesempatan kepada umum.

“Dalam bulan ini, tim sudah gelar sosialisasi penerimaan Mahasiswa baru di setiap Kabupaten/kota di Papua Barat. Dalam rekuitmen peserta, akan sangat ketat, dan minimal siswa yang masuk dalam affirmasi Otsus harus membawa rekomendasi Pemda.

Intinya, Calon Mahasiswa Kedokteran sama sekali tidak ada istilah main mata dalam proses seleksi, mereka yang lulus adalah mereka yang memiliki kemampuan agar tidak putus sekolah ditengah jalan karena tidak mampu,terangnya.


Berita Terkait