Tokoh Arfak Minta Warga Perkuat Toleransi Agama di Manokwari Pasca Ledakan Bom Di Makassar

Oleh Redaksi

28 March 2021 21:04 807 VIew

'' Tokoh Intelektual Masyarakat Arfak, Daud Indouw''

Manokwari arfaknews – Tokoh Intelektual Masyarakat Arfak meminta pada seluruh umat beragam di kota Manokwari khusunya dan umumnya Papua Barat, terkhusus lagi bagi umat Nasrani untuk terus menjaga atau merajut toleransi beragama, sehingga kejadian ledakan bom terjadi depan pintu gerbang gereja Katedral di Makassar tidak terjadi di Manokwari.

Warga pun di himbau, agar ledakan bom di pintu gerbang gereja katedral. Minggu (28/03/2021) sekitar pukul 11.30 Wit di Jalan Kajaolalido di Kota Makassar, agar masyarakat jangan berpikir terlalu jauh hal itu terjadi di Manokwari khusunya dan Papua Barat umumnya menjadi satu ancaman.

Bom bunuh diri terjadi di Kota Makassar yang menewaskan pelaku itu sendiri, tidak ada kaitannya dengan unsur agama, dimana masalah bom bunuh diri terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, bukanlah hal yang baru dan ini dilakukan oleh murni teroris.  

Hal ini dilontarkan Tokoh Intelektual Masyarakat Arfak, Daud Indouw, ketika menghubungi redaksi arfaknews, menjelaskan kejadian bom bunuh diri terjadi di Kota Makassar, hingga membuat umat Nasrani di Manokwari dan seluruh Indonesia umumnya terkejut dengan adanya kejadian ini, sehingga umat nasranai tidak boleh menarik kesimpualan adanya ancaman agama.

Ledakan bom di Makassar ini, merupakan perbuatan keji dari kelompok teroris kejahatan murni, sebab jika manusia beragama tidak bakal melakukan perbuatan konyol seperti itu, terangnya.

Dirinya mengajak seluruh umat nasrani di Kota Manokwari untuk bersyukur, sebab kejadian bom bunuh diri di Kota Makasar terjadi di gerbang Gereja Katedral, tidak sempat masuk kedalam Gereja, melainkan meledak di gerbang gereja, sebab kejadian itu tuhan sang pencipta tidak menghendaki ledakan itu terjadi dalam gereja, sehingga meledak di gerbang gereja dan menewaskan pelaku kejahatan itu sendiri.

Ditegaskan Kejadian bom bonuh diri merupakan murni niat jahat pribadi si pelaku atau niat jahat dari kelompok tertentu, bukan dari masalah umat beragama, menuding agama ini melakukan perbuatan ledakan dan agama ini menjadi korban, itu tidak ada unsurnya di situ, ungkapnya


Berita Terkait