Tokoh Lintas Agama Di Papua Barat Kutuk Aksi Teroris Di Makassar

Oleh Redaksi

31 March 2021 21:04 179 VIew

''Para tokoh agama di Papua Barat berkumpul mengutuk keras aksi teroris di Makassar''

Manokwari arfaknews - Sejumlah tokoh lintas agama di Papua Barat mendeklarasikan kutukan keras aksi ledakan bom dilakukan dua pelaku teroris di gerbang Gereja Katedral, terletak di jalan Kajoalido, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/03/2021)

Dalam deklarasi berlangsung di Aula Mapolda Papua Barat, para tokoh lintas agama bersepakat menandatangani dua petisi kutukan terhadap pelaku bom bunuh diri, serta mengutuk seluruh pelaku teroris di indonesia yang ditandatanganinya bersama dalam sebuah spanduk.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing, saat ditemui awak media Rabu (31/03/2021), dimana kepolisian dan TNI, serta segenap perangkat daerah lainnya, sepakat mengutuk aksi terorisme terjadi di Makassar, serta mendukung tugas kepolisian dalam memerangi aksi teroris di Indonesia.

Anggota MRPB dari Pokja Agama, Robert Morin, mengatakan aksi teroris yang dilakukan pelaku bom bunuh diri di makassar, dinilainya tidak manusiawi, dimana orang sedang beribadah untuik memasuki hari paska, tiba tiba ada bom bunuh diri meldeka di depan pintu gerbang Gereja Katedral, sehingga MRPB mengutuk keras aksi bom bunuh diri dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang terjadi seperti di makassar.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muhmmadiyah, Mulyadi Jayadi, mengatakan pula aksi bom bunuh diri dilakukan di pintu gerbang gereja katedral di makssar, hal itu sangat mnengaggu dan mengusik hubungan antar umat beragama di Indonesia berlabndaskan Pancasila dan nilai ketuhana yang maha esa didalamnya, segingga tidak ada satupun agama mengajarkan untuk melakukan tindakan teroris.

Disampaikan pula pada warga Papua Barat untuk tidak terpancing dengan isu menyesatkan dan membuat suasana menjadi keruh, sehingga dapat menganggu kerukunan umat beragama di Papua Barat dan umumnya di Indonesia, serta mengajak warga agar tidak mudah termakan isu propaganda kekerasan maupun teror itu sendiri, jelasnya,


Berita Terkait