Korban Banjir Capai Ratusan Jiwa, Flobamora PB Buka Posko Peduli Korban Banjir NTT

Oleh Redaksi

08 April 2021 16:04 340 VIew

''Konferensi Pers pembukaan Posko Peduli Duka NTT''

Manokwari, arfaknews - Ikatan Keluarga Besar Flobamora Papua Barat membuka posko Peduli Korban Banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Hal  itu sebagai sebuah bentuk dukungan masyarakat Flobamora di Papua Barat kepada masyarakat di NNT yang terkena dampak Banjir Bandang di beberapa daerah di NTT yang menewaskan Ratusan Korban Jiwa dan sebagian besar rumah Warga rusak ditimpah Banjir pada 4 April 2021 kemarin. 

Ketua Ikatan Flobamora Papua Barat, Clinton Tallo memberikan apresiasi kepada Pemerintah atas dukungan dan respon pemerintah dalam menangani Banjir di NTT. 

Sebagai Ketua Flobamora Papua Barat, saya memberikan apresiasi kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang telah mengambil langkah - langkah guna membantu Masyarakat di NTT, yang mana Ibu Menteri Sosial telah mengambil langkah untuk turun ke Flores NTT membantu masyarakat. "Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden beserta jajarannya," ujar Clinton, Rabu (6/4/2021). 

Clinton juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Papua Barat yang antusias membantu dan peduli Korban Banjir Bandang di NTT. 

Kami juga memberikan apresiasi setinggi tingginya atas partisipasi dari seluruh masyarakat di Papua Barat yang telah peduli membantu saudara - saudara di NTT dan mendukung Ikatan Flobamora Papua Barat  melakukan penggalan dana di jalan - jalan untuk membantu saudara - saudara kita di NTT. 

"Sejak hari pertama Banjir terjadi hingga saat ini, banyak dukungan dan sumbangan dari saudara - saudara di Papua Barat untuk membantu kita dalam menggalang Bantuan,"ucap Clinton. 

"Semoga Tuhan Membalas budi baik, Bapak Ibu saudara - saudari yang telah meluangkan waktu membantu saudara - saudara di NTT,"pintanya.

Cliton lalu mengimbau kepada seluruh masyarakat NTT di Papua Barat untuk bergandengan tangan memberikan sumbangan mendukung saudara - saudara di NTT yang terkena dampak Banjir Bandang. 

"Musibah mengakibatkan mereka (Korban Banjir di NTT) kehilangan Pekerjaan, Rumah, Harta Benda bahkan Nyawa atas tragedi Banjir yang terjadi. Mari kita membantu saudara - saudara kita yang lagi terkena Musiba di NTT,"harapnya.

Selanjutnya, Sekretaris Flobamora Papua Barat, Romanus Pegan mengatakan posko peduli Korban Banjir NTT akan dibuka selama dua pekan setelah itu akan dikumpulkan dari berbagai Kabupaten/Kota di Papua Barat lalu dikirim ke NTT kepada Korban Banjir. 

"Jenis bantuan yang terkumpul yakni Dana, Pakaian, makanan dan Obat - obatan,"jelasnya.

Sekretaris juga menerangkan, hingga kini pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terkait mekanisme pengiriman bantuan. 

"Apakah diantar langsung ke daerah - daerah yang terkana dampak Banjir di NTT atau dikirim saja ke NTT, nanti Pemerintah yang distribusikan ke masyarakat. Kami masih kordinasi,"jelasnya.

Lebih lanjut, Romanus menambahkan Flobamora Papua Barat telah meminta Ikatan Flobamora di setiap Kabupaten Kota se- Papua Barat untuk membuka Posko Peduli NTT. 

Kami sudah buat seruan kepada setiap Ikatan Flobamora di Kabupaten Kota se Papua Barat untuk buka Posko peduli Korban Banjir.

Selanjutnya Ketua Angkatan Muda Flobamora (Amflora) Papua Barat, Yan Karmadi mengatakan pihaknya bersama dengan masyarakat akan melakukan penggalangan dana selama 3 hari di lampu - lampu merah. 

kami dipercayakan untuk mengkordinir aksi kumpul sumbangan di lampu - lampu guna membantu saudara - saudara kita di NTT. 

Besok mulai dari tanggal 8 sampai tanggal 10 April 2021, kami akan lakukan  penggalangan dana di lampu - lampu merah. 

Kami akan gelar aksi sumbangan suka rela di Lampu Merah (Trafic Light) baik di lampu merah Sanggeng, Makalow, Haji Bau dan Lampu Merah POM.

Kami juga sudah kordinasi kepada Ikatan Flobamora di Kabupaten/Kota se Papua Barat untuk membuka Pos Bantuan. Guna menggalang bantuan berupa, Pakaian, Obat - obatan dan Uang. 

Dari informasi yang dihimpun media ini, Kabupaten terparah terdampak Banjir Bandang Bandang yakni Daerah Adonara, Flores Timur, Sumba Timur, Lembata dan daerah - daerah di Atambua. 

Sebanyak 138 orang Korban Jiwa, dan puluhan orang masih dicari serta ratusan harta Benda dan rumah warga hilang terbawa Banjir. 


Berita Terkait