Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Di Saukobye Biak Utara, Masyarakat Adat Minta Pemda Tak Buat Kesepakatan Sepihak

Oleh Redaksi

16 April 2021 20:10 1580 VIew

''foto Ilustrasi/sumber :Sosial Media''

BIAK, ARFAKNEWS – Tokoh Masyaraat Adat Biak minta pemerintah daerah kabupaten Biak Numfor tak ambil kebijakan sendiri terkait rencana pembangunan Bandar Antariksa di Biak Utara melainkan melibatkan masyarakat dalam dalam proses pengambilan keputusan.

“Saya minta kepada seluruh kaum intelektual Papua secara khusus kaum intelektual Biak untuk berpikir tentang masa depan pembangunan Papua, pembangunan di Kabupaten Biak Numfor, khususnya terkait rencana pembangunan Bandar Antariksa di Biak Utara,” Kata Mananwir Biak Barat, Pdt. Jason Marisan.

Jason mengatakan sebagian besar masyarakat Biak Numfor mendukung usulan dari  Dewan Adat Biak bahwa Pembangunan Bandar Antariksa bakal berdampak buruk terhadap masyarakat adat setempat yang mendiami area tersebut. Mereka akan kehilangan lahan pertanian, area pemancingan di lautan dan bahkan kehilangan tanah, pasalnya area yang akan dibebaskan seluas ratusan hektar di Biak Utara,” ujar Jason kepada media ini, Kamis (15/4/2021).

Pendata Jason Marisan mengungkap Ketua Dewan Adat Biak secara tegas telah menolak rencana pembangunan Bandar Antariksa di Biak Utara, karena itu diharapkan  tanggapan dan masukan dari  intelektual Papua terutama intelektual  Biak untuk mendukung pernyataan ketua Dewan adat Papua.

Menurut Jason, diperlukan pengkajian mendalam terkait rencana pembangunan dan dampaknya apa kepada masyarakat terutama masyarakat adat pemilik area dan atau masyarakat yang berada di sekitar area pembangunan Bandar Antariksa.

Saat ini bukan waktunya bangun Bandar Antariksa, melainkan bangun Pendidikan di Biak Numfor. Memang pembangunan Bandar Antariksa ada manfaat tapi manfaatnya untuk siapa, untuk masyarakat atau untuk kepentingan Negara dan Militer? Dan terus masyarakat akan tinggal dimana, jika Tanah, Hutan, dan laut bahkan udaranya digunakan untuk meluncurkan roket.

“Jangan karena kepentingan negara, Pemerintah korbankan masyarakat,  karena itu saya harap kepada seluruh masyarakat Biak untuk berpikir bersama terkait  keselamatan masyarakat Biak kedepan,”pinta Jason.

Sebagai salah satu Pendeta Senior di Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, Jason meminta pihak gereja untuk mengangkat suara bagi keselamatan masyarakat Papua terutama masyarakat Biak Utara terkait rencana pembangunan Bandar Antariksa.

Saya imbau kepada pihak gereja dan masyarakat Papua, terutama masyarakat adat di Pulau Biak untuk berpikir secara baik, dan memberikan masukan kepada pemerintah terkait rencana pembangunan. Apakah ditolak atau disetujui, tapi saya harap kita mendukung pernyataan ketua dewan Adat Biak.

Saya harap pemerintah mendengar suara adat, sebab  pemerintah ada diatas tanah adat. Pemerintah harus membuka tikar adat duduk sama – sama dengan masyarakat adat untuk menjelaskan hal tersebut.

Pemerintah harus duduk bersama masyarakat menjelaskan secara detail rencana pembangunan dan dampak – dampak negatif dari pembangunan tersebut dan keuntungan apa yang akan diterima masyarakat pemilik negeri.

Kami harap cara – cara mengambil keputusan secara sepihak tak harus terjadi lagi. Pemerintah harus memulai sesuatu bersama masyarakat. Jangan paksakan kehendak, nanti terjadi perlawanan, terus pemerintah balik salahkan rakyat, padahal sudah disampaikan lebih awal.

Jangan pergi diam – diam ke Jakarta dan buat kesepakatan  diam – diam dengan pemerintah pusat tanpa melibatkan masyarakat nanti terjadi sesuatu baru kalian kaget. Jangan bikin soal dengan masyarakat yang masih tenang. Jangan  bikin sesuatu berubah menjadi ancaman.

Saya kasih ingat pemerintah jangan atur pulau Biak sembarangan, jangan satu dua orang paksakan barang dan nanti berbenturan kedepan. Saya harap libatkan masyarakat dan ambil keputusan bersama masyarakat,”tegasnya.

Senada, Yan Arwam salah satu tokoh Intelektual Biak di Manokwari meminta pemerintah Biak untuk duduk bersama masyarakat mencari solusi terbaik dalam merencanakan pembangunan di Kabupaten Biak Numfor.

Sebagai warga turunan Biak yang lahir di kaki Gunung Arfak kabupaten Manokwari kami mengharapkan hasil pertemuan Bupati dan warga Biak termasuk dewan adat Papua searah sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Dari informasi yang diketahuinya, Kata Yan Pemerintah berkeinginan mendukung pembangunan Bandar Antariksa sementara Dewan Adat meminta untuk dilakukan pengkajian  mendalam terkait dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat guna menghindari masalah di kemudan hari.

Kami harap baik pemerintah maupun masyarakat adat agar duduk bersama membuat kajian secara ilmiah dan disepakati secara bersama. Namun jika pemerintah beda pandangan dengan Dewan adat maka akan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan bersama.

Kami sarankan kepada saudara – saudara intelektual di Biak,  maupun Intelektual Papua di seluruh Nusantara untuk memberikan masukan bagi rencana pembangunan Bandar antariksa di Biak.

Sebelumnya, dilansir dari BBC News Indoensia (23/3) Kepala Biro Kerja sama hubungan Masyarakat dan Umum Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Chris Dewanto mengatakan rencana pembangunan Bandar Antarisa di Biak sudah diwacanakan sejak tahun 1980-an. Sejak itu, LAPAN telah memiliki tanah seluas 100 hektar di Desa Saukobye Distrik Biak Utara yang sudah siap dijadikan pusat peluncuran roket.

Rencana pembangunan bandar antariksa di Biak akan direalisasikan tahun ini (2021) karena masuk dalam rencana strategis Lembaga penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), juga merupakan amanat UU nomor 21 tahun 2013 tentang keantariksaan,”kata Chris seperti dikutip dari BBC News Indonesia.


Berita Terkait