Tangkal Radikalisme Dan Separatisme, Polda Gelar FGD Hadirkan Sejumlah Ormas Papua Barat

Oleh Redaksi

30 April 2021 20:12 986 VIew

''Fokus Gruop Dikusi dihadiri oleh Pangdam XVIII Kasuari dan Wakapolda, Perwakilan Kejati dan Pemprov Papua Barat serta dihadiri oleh sejumlah Ormas di Papua Barat''

MANOKWARI, ARFAKNEWS – Kepolisian Daerah Papua Barat melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Merajut Kebhinekaan, Menolak Radikalisme dan Separatisme untuk Mewujudkan Papua Barat yang Adil dan Makmur" dengan melibatkan sejumlah sejumlah organisasi kemasyarakat di Provinsi Papua Barat.

Kegiatan ini dihadari oleh Oleh Panglima Daerah Militer XVIII/Kasuari Mayor Jendral TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han), Kapolda Papua Barat yang diwakili oleh Wakapolda Papua Barat, Brigadir Jendral  Polisi Patrige R. Renwarin,S.H.,M.Si., serta Perwakilan Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat sebagai Pemateri dalam Diskusi FGD yang di Gelar di salah satu Hotel di Manokwari Papua Barat, Jumaat (30/4/2021).

Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han)  mengatakan kegiatan Fokus Group Diskusi  ini sangat penting dilaksanakan guna merajut kebersamaan, persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan makmur.

"Kegiatan FGD ini sangat penting dilaksanakan agar kita bisa berdiskusi dan menghasilkan solusi-solusi yang baik untuk membangun papua Barat.  Untuk itu tidak bisa TNI dan Polri jalan sendiri, perlu dukungan dari semua komponen yaitu tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda di Papua Barat" ucap Pangdam.

Pangdam juga beharap dengan dilakukan silahturami ini bisa menciptakan kedamaian, memiliki Integritas, pantang menyerah, menyiapkan SDM, dan menghindari perpecahan serta menjaga kerukunan atau toleransi untuk mewujudkan Papua barat yang adil dan makmur,”jelas Pangdam.

Selanjutnya, Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Patrige R. Renwarin, meminta masyarakat Papua Barat harus berani menangkal isu – isu radikalisme, separatisme, isu Ras, Agama dan Suku yang berpotensi mengancam perpecahan Bangsa dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam mewujudkan Papua Barat yang adil dan makmur.

"Saya berharap kita tidak boleh terlalu cepat terpancing dengan isu-isu atau berita hoax, dan jangan menjadi pelaku - pelaku dari pengrusakan terhadap nilai-nilai Pancasila," ucap Wakapolda.

Selanjutnya, Dir Binmas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Bagiyo menambahkan tujuannya dari digelarnya kegiatan Fokus Grup Diskusi yang melibatkan sejumlah Organisasi kemasyarakatan di Provinsi Papua Barat adalah untuk merajut kebhinekaan, persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan masyarakat Papua Barat yang adil dan makmur.

Kita harus menyadari bahwa Bangsa Indonesia ini terdiri dari perbedaan Suku, Agama dan ras tapi kita tetap satu yaitu  Bangsa Indonesia. Jadi tujuan kita kumpul seperti ini agar kita saling bersilahturami sehingga kita bisa saling menjaga persatuan kita.

Dalam silahturami ini pula, kita bisa saling menyampaikan pendapat dan  langsung ditanggapi oleh Forkopimda, yakni Bapak Kapolda, Bapak Pangdam, Bapak Kejati dan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Jadi, ruang ini disediakan kepada masyarakat  untuk bisa bertanya langsung dan mendapat jawabannya. Intinya bagaimana kita bisa menjaga persatuan, kita bisa membangun Papua Barat ini supaya Papua Barat tetap aman, sejahtera, adil dan makmur.

Dalam forum ini juga, kita menolak adanya paham radikalisme dan isu separatisme di Indonesia. “Di Papua Barat ini, masih aman-aman saja. Tidak ada radikalisme yang mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa. Di Papua Barat juga belum ada seperatisme yang menonjol tetapi sebagai warga, kita harus mengantisipasi,”jelasnya.

Harapan saya, masyarakat menyadari akan pentingnya Kebhinekaan dan mari bersama – sama menjaga persatuan dan kesatuan kita,”harap Bagiyo

Turut hadir pada acara tersebut tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta tokoh pemuda dan juga dihadiri oleh unsur pemerintah Provinsi Papua Barat dan TNI/ Polri.


Berita Terkait